Penyedia alat berat di Sumsel banyak tak mau bayar pajak

Penyedia alat berat di Sumsel banyak tak mau bayar pajak
NEWS | 7 Oktober 2017 00:36 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Banyak perusahaan yang memiliki alat berat di Sumatera Selatan ogah membayar pajak. Modus dilakukan dengan cara memanipulasi jumlah kepemilikan yang dilaporkan ke instansi terkait.

Pelaksana Tugas Kepala badan Pendapatan Daerah Sumsel, Neng Muhaiba mengungkapkan, hal tersebut diketahui dari hasil sidak ke beberapa perusahaan penyedia alat berat dan investigasi di lapangan, semisal di kawasan tambang. Hasilnya, banyak ditemukan banyak alat yang beroperasi tetapi tidak sesuai dengan data yang dilaporkan atau dibayarkan pajaknya.

"Untuk jumlahnya belum tahu berapa, tetapi memang banyak yang nakal, tidak bayar pajak," ujar Neng, Jumat (6/10).

Dia mengatakan, perusahaan yang tidak bayar pajak mayoritas menggunakan modus lama, yakni mengelabui jumlah alat berat. Alhasil, perusahaan mendapat untung lebih karena menghindari kewajiban.

"Mereka berkilah tidak ada sosialisasi, padahal memang kewajiban," ujarnya.

Menurut dia, ulah nakal perusahaan pemilik alat berat itu membuat realisasi pajak hingga September 2017 tidak tercapai. Dari target realisasi tahun ini sebesar Rp 9,7 miliar, pajak alat berat baru terserap Rp 3,67 miliar atau sekitar 37 persen.

"Masalahnya kita belum ada sanksi tegas, hanya sanksi denda dan bunga saja. Mestinya bisa dikandangkan, biar lebih ada efek jera," pungkasnya. (mdk/gil)

Petugas sebut Raffi-Nagita tunggak pajak Maserati dan 2 Ducati

Puluhan minimarket di Malang langgar izin dan menunggak pajak

Setelah disegel nunggak pajak, Epiwalk sudah buka lagi

Nunggak pajak Rp 8,835 miliar, Mal Epiwalk disegel Pemprov

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami