Peserta WSBK Mandalika Disarankan Karantina 7 Hari Jika dari Negara Tak Aman Covid-19

Peserta WSBK Mandalika Disarankan Karantina 7 Hari Jika dari Negara Tak Aman Covid-19
Jokowi Jajal Sirkuit Mandalika Gunakan Motor Bergaya Bobber. ©2021 Sekretariat Presiden/Agus Suparto
NEWS | 12 November 2021 19:05 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman menyarankan pemerintah menerapkan aturan karantina tujuh hari bagi peserta World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 yang berasal dari negara berisiko tinggi terhadap Covid-19.

"Harus karantina 7 hari sebaiknya," katanya kepada merdeka.com, Jumat (12/11).

Sementara peserta Superbike Mandalika yang berasal dari negara berisiko rendah terhadap Covid-19 tidak perlu menjalani karantina. Mereka bisa langsung menuju tempat penginapan.

Negara berisiko rendah terhadap Covid-19 memiliki tiga kriteria. Pertama, transmisi Covid-19 pada negara tersebut berada pada level 1 atau 2. Transmisi level 1 artinya, dalam 28 hari berturut-turut, negara tersebut tidak mengalami peningkatan kasus Covid-19.

Sementara transmisi level 2 menunjukkan, peningkatan kasus Covid-19 pada negara tersebut akibat imported case atau kasus impor.

Kriteria kedua, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis kedua lebih dari 70 persen. Ketiga, positivity rate di bawah 1 persen dan angka reproduksi efektifnya kurang dari 1.

"Plus si peserta atau official dalam event itu memenuhi kriteria negatif PCR sebelum dan sesudah kedatangan, vaksinasi penuh jelas, tidak bergejala juga, tidak dalam kasus kontak juga, penerbangannya langsung. Nah itu sebenarnya tidak perlu karantina," sambungnya.

Selain membuat aturan khusus soal karantina bagi peserta Superbike Mandalika, Dicky menyarankan pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Idealnya, daerah yang menyelenggarakan acara besar mimiliki cakupan vaksinasi 70 persen untuk dosis kedua atau lengkap.

"Untuk kelompok rawan harusnya vaksinasi di atas 80 persen," tutupnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan penyelenggaraan Superbike Mandalika 2021 akan menerapkan sistem bubble secara ketat untuk mencegah imported case atau kasus impor Covid-19. Sistem ini pernah diterapkan selama Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua.

"Sudah dirancang sistem sebagaimana yang diterapkan di PON," katanya kepada merdeka.com, Jumat (12/11).

Sementara Kementerian Kesehatan menegaskan pemerintah memperketat karantina bagi tamu asing yang menghadiri World Superbike Mandalika 2021. Ketentuan karantina merujuk pada addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Aturan ini menyebutkan, masa karantina setiap pelaku perjalanan internasional sebanyak tiga hari.

"Pengaturan masuk seperti karantina harus dijalankan," tegas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Selain karantina, setiap tamu asing wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19. Bersamaan dengan itu, mereka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Khusus di kawasan Mandalika, lanjut Nadia, pemerintah telah mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan tubuh warga setempat. Ditargetkan minimal 70 persen masyarakat divaksinasi dosis pertama.

(mdk/bal)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami