Polisi Pastikan Dua Pemotor yang Tewas Ditabrak Sopir Taksi Online Adalah Jambret

Polisi Pastikan Dua Pemotor yang Tewas Ditabrak Sopir Taksi Online Adalah Jambret
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif
NEWS | 28 Januari 2022 17:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Masih ingat cerita dua orang diduga jambret tewas ditabrak pengemudi taksi daring pada Oktober 2021 lalu? Kisah ini kembali ramai diperbincangkan.

Penyebabnya, seorang warganet mencuit dua orang yang tewas itu bukanlah jambret. Salah satunya cuitan akun twitter @imcutieaw. Dia menampilkan salah satu tayangan berita disisipkan keterangan.

"Inget berita viral ini ga? 3 bulan yg lalu, ojol menabrak dua orang jambret? You have to know the facts. Ternyata yang ditabrak si Eko ini bukan jambret!!! Yes, si Eko yang mengaku korban playing victim, dia fitnah si pengendara yang udah meninggal," tulis akun tersebut.

Tak mau menjadi bola liar, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan meluruskan cuitan tersebut. Dipastikan bahwa keduanya adalah pelaku jambret.

Zulpan mengatakan penyidik telah mengantongi alat bukti berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan. Selain keterangan saksi, ada pula rekaman kamera CCTV.

"Jadi kasus itu kejadian 3 bulan lalu adalah penjambretan itu betul itu sesuai Pasal 363 KUHP. Ada bukti kejadian jambret tersebut," kata dia di Polda Metro Jaya, Jumat (28/1).

Namun, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Sebab, kedua pelaku telah meninggal dunia.

"Kemudian untuk kasus itu pihak kepolisian sudah SP3 atau penghentian penyidikan karena pelakunya dua orang meninggal dunia. Pelapornya adalah korban sopir Gocar itu," ujar dia.

Sebelumnya, salah satu akun di media sosial membagikan rekaman video dua orang pelaku yang kondisi sudah meninggal. Sementara di dekat mereka ada sebuah motor dengan kondisi rusak. Diduga motor itu milik pelaku.

Pengunggah mendeskripsikan, keduanya telah ditabrak pengemudi taksi daring yang tak lain adalah korban penjambretan. Kasus penjambretan terjadi di kawasan Jalan Raya Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa malam (26/10) sekitar pukul 23.30 WIB.

"Berdasar keterangan korban yakni Eko, warga Pamulang. Saat itu dirinya sebagai pengemudi driver online sedang menunggu order di Jalan DR. Saharjo. Tiba2 datang dua pelaku yang mengendarai motor Yamaha jenis N Max langsung menjambret hp miliknya," tulis akun seperti dikutip, Rabu (27/10/2021).

Dijelaskan pula, terjadi kejar-kejaran antara korban dengan kedua orang terduga pelaku sampai ke kawasan Jalan KH. Abdullah Syafii. Korban akhirnya menubruk kendaraan ke arah sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku hingga membuat mereka terpental.

"Tidak mau kehilangan hp sebagai sarana aplikasi nya, Eko mengejar pelaku hingga ke kawasan Jalan KH. Abdullah Syafii. Dua pelaku akhirnya ditabrak dari belakang dan terpental membentur tiang listrik dan tembok. Dua pelaku akhirnya tewas seketika di lokasi kejadian..kejadian ini di tangani aparat Polres Metro Jakarta Selatan," tulis akun itu lagi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Ahmad Akbar kala itu membenarkan peristiwa tersebut. Namun, dia belum menjelaskan kronologi kejadian secara rinci.

"Nanti sebentar ya," ujar dia, Rabu (27/10).

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Polisi akan Panggil Korban Jambret di Tebet yang Diduga Playing Victim
Jambret Pegawai Kelurahan, Dua Pria di Palembang Dihajar dan Dibakar Massa
Wakil Ketua Komisi Informasi Dijambret, Kapolsek Tanah Abang Cek CCTV
Rebut Ponsel Bocah, Pejambret Babak Belur Diamuk Warga Pondok Cabe
Patut Waspada, Anak di Bogor Jadi Korban Jambret saat Bermain HP di Jalan
Striker Madura United Beto Goncalves Dijambret di Kuta, Polisi Minta Korban Melapor

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami