PPKM Level 1 Berlaku di Seluruh Indonesia, Begini Aturan Perubahannya

PPKM Level 1 Berlaku di Seluruh Indonesia, Begini Aturan Perubahannya
PPKM Level 1 Seluruh Indonesia. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 2 Agustus 2022 11:48 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Aturan ini ditetapkan di seluruh daerah Indonesia.

Alasan ditetapkan PPKM level 1 meski kondisi kasus Covid-19 mengalami kenaikan adalah tingkat keterisian rumah sakit masih rendah. Varian virus Covid-19 ini memiliki fatality rate yang cukup terkendali.

"Penetapan Level 1 di seluruh Indonesia tentunya juga berdasarkan pertimbangan dari para pakar dengan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan. Kenaikan jumlah kasus Covid-19 memang terjadi, namun hal penting yang secara paralel harus kita lihat adalah terkait dengan tingkat keterisian rumah sakit (BOR) yang masih rendah, hal ini menunjukkan fatality rate dari virus Covid-19 saat ini terkendali sehingga masyarakat tidak perlu panik tetapi tetap menjaga disiplin protokol kesehatan, khususnya di tempat tertutup dan tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan," ujar Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA dalam siaran pers, Selasa (2/8).

Perpanjangan pelaksanaan PPKM di daerah ini telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2022 untuk pelaksanaan PPKM di Jawa dan Bali yang berlaku mulai tanggal 2 s.d. 15 Agustus 2022, serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2022 untuk PPKM di Luar Jawa dan Bali yang berlaku mulai tanggal 2 Agustus s.d. 5 September 2022.

"Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa PPKM kembali diperpanjang mengingat kondisi belakangan ini kasus aktif menunjukkan peningkatan dikarenakan subvarian baru dari Omicron yang dikenal dengan istilah BA.4 dan BA.5. Walaupun begitu, pelaksanaan PPKM di seluruh daerah tetap menunjukkan penanganan pandemi yang terus terkendali," jelas Safrizal.

Ada sejumlah perubahan dalam pengaturan Inmendagri kali ini. Perubahan itu terkait Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

2 dari 2 halaman

Penambahan pintu masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) juga dilakukan terhadap 6 (enam) bandar udara yaitu Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Bandar Udara Minangkabau, Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandar Udara Adi Sumarno, Bandar Udara Syamsudin Noor, dan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Lebih lanjut, penggalakkan program vaksinasi khususnya meningkatkan capaian pemberian dosis ketiga (booster) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya agar pandemi dapat terus terkendali.

"Diminta kepada para Kepala Daerah untuk terus melakukan dukungan percepatan pelaksanaan booster secara proaktif, terfokus, dan terkoordinir sebagai wujud preventive action terhadap varian baru yang muncul. Berbanding lurus, melaui penguatan kerjasama antara jajaran Forkopimda, Pemerintah Daerah maupun aparat kewilayahan untuk terus mengintensifkan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, dan penggunaan aplikasi pedulilindungi di area-area publik sehingga masyarakat tetap waspada dan memperhatikan disiplin prokes, mengingat sesaat lagi akan banyak kegiatan-kegiatan perayaan HUT RI atau 17an yang selama dua tahun belakangan ini tidak dapat diselenggarakan," tegas Safrizal. (mdk/ray)

Baca juga:
Seluruh Daerah Berstatus PPKM Level 1, Kemendagri Dorong Percepatan Vaksinasi Booster
Kemenkes Prediksi Tak Ada Gelombang Keempat Covid-19
Kasus Covid-19 di Bogor Naik, Wawalkot: Tak Perlu Ada Pembatasan Mobilitas
Kasus Covid-19 Tembus 5.000 Sehari, IDI Nilai Level PPKM Belum Perlu Dinaikkan
PPKM Level 1 Luar Jawa-Bali Berlaku hingga Akhir Juli, Hanya Sorong Berstatus Level 2

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini