Sidang Lanjutan Anak Kiai Jombang, JPU akan Hadirkan 40 Saksi dan Ahli

Sidang Lanjutan Anak Kiai Jombang, JPU akan Hadirkan 40 Saksi dan Ahli
Sidang Perdana Anak Kiai Jombang. Erwin Yohanes
NEWS | 8 Agustus 2022 14:22 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal menghadirkan setidaknya 40 orang saksi dan ahli dalam perkara dugaan pencabulan dengan terdakwa Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi. Hal ini membuat sidang perkara tersebut harus disidangkan sebanyak dua kali dalam sepekan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Koordinator Pidum sekaligus JPU Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) Endang Tirtana mengatakan, banyaknya saksi dan ahli yang diajukan pihaknya itu sudah sesuai dengan yang ada di berkas perkara. Setidaknya, ada 30 orang saksi dan 10 sisanya adalah ahli yang akan didengarkan keterangannya.

"Di berkas ada sekitar 30-an (saksi yang akan dihadirkan) total dengan keterangan ahli ada 40-an," katanya, Senin (8/8).

Karena jumlah saksi dan ahli yang banyak, majelis hakim pun, telah memerintahkan bahwa persidangan digelar menjadi dua kali dalam sepekan.

"Karena banyaknya saksi yang akan diperiksa, maka persidangan yang awalnya Senin maka dijadikan satu minggu dua kali. Senin sama Kamis," ucapnya.

Dalam sidang kali ini, JPU rencananya akan menghadirkan saksi korban secara langsung. Kini pihaknya pun berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) untuk membahas teknisnya.

"Nanti kami akan melibatkan LPSK untuk membuat (korban) aman dan sebagainya," katanya.

Diketahui, MSAT alias Bechi dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG. Korban merupakan salah satu santri atau anak didik MSAT di pesantren.

Selama proses penyidikan, MSAT diketahui tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik Polres Jombang. Namun, ia telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019.

2 dari 2 halaman

Kasus ini kemudian ditarik ke Polda Jatim. Namun, polisi belum bisa menangkap MSAT. Upaya jemput paksa pun sempat dihalang-halangi santri dan simpatisan Bechi.

MSAT lalu menggugat Kapolda Jatim. Ia menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah. Ia pun mengajukan praperadilan sebanyak dua kali ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan PN Jombang.

Namun, dua kali upaya praperadilan itu pun ditolak. Polisi juga sudah menerbitkan status DPO untuk MSAT.

MSAT akhirnya menyerahkan diri, usai tempat persembunyiannya, di Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, dikepung ratusan polisi selama 15 jam. Kini ia mendekam di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo selama proses persidangan.

Kini Bechi didakwa tiga pasal yakni Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan maksimal ancaman pidana 12 tahun. Kemudian pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun dan pasal 294 KUHP ayat 2 dengan ancaman pidana 7 tahun juncto pasal 65 ayat 1 KUHP. (mdk/ray)

Baca juga:
Hakim PN Surabaya Tolak Eksepsi Bechi Anak Kiai Jombang
Kasus Pencabulan, Anak Kiai Jombang Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Cermat
Anak Kiai Jombang Dipindah ke Sel Campur Tahanan Umum di Rutan Medaeng
Korban Dugaan Pencabulan Dikhawatirkan Trauma Bertatap Muka dengan Anak Kiai Jombang
Anak Kiai Jombang MSAT Didakwa Pasal Pemerkosaan dan Pencabulan
Protes Sidang Digelar Online, Kuasa Hukum Minta MSAT Anak Kiai Jombang Dihadirkan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini