Simak, Ini Tips Memilih Hewan Kurban dan Mengolah Daging Bebas Bahaya PMK

Simak, Ini Tips Memilih Hewan Kurban dan Mengolah Daging Bebas Bahaya PMK
Karantina hewan kurban akibat penyebaran virus PMK. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
NEWS | 2 Juli 2022 04:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Kurban akan berlangsung beberapa hari lagi. Dokter hewan dan ahli kesehatan masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), drh Denny Widaya Lukman memberikan sejumlah tips agar pemilihan, penyembelihan hingga pengolahan daging hewan kurban bebas dari bahaya penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Pertama ketahui ciri hewan dengan PMK. PMK yang cenderung menjangkiti hewan ternak, seperti sapi, kambing, kerbau hingga domba, menimbulkan beberapa gejala seperti sariawan pada mulut, bibir, lidah dan dinding bagian dalam pipi, air liur yang berlebihan serta luka atau lepuh di atas dan celah di antara dua kuku," kata Denny dalam keterangan pers seperti dilansir Antara pada Jumat (1/7).

Selain itu, kuku hewan yang terluka juga dapat terlepas apabila tidak segera diobati.

2 dari 3 halaman

Sapi dan Domba Dipisahkan

Langkah kedua, pisahkan sapi dan domba. Pasalnya, domba cenderung tidak menunjukkan gejala jika tertular PMK.

"Panitia kurban hendaknya memotong semua hewan sehat terlebih dulu," kata Denny.

Hewan kurban dengan PMK yang bergejala ringan boleh dipotong dengan tetap memperhatikan kebersihan.

Limbah kotoran hewan yang sakit dibuang dengan ditanam di tanah atau dipisahkan pada tempat tertentu, lalu laporkan pada dinas penyelenggara peternakan dan kesehatan hewan agar segera memindahkannya.

3 dari 3 halaman

Cepat Dibagikan

Setelah itu distribusikan segera daging kurban. "Usahakan daging kurban diterima masyarakat yang membutuhkan maksimal lima jam setelah pemotongan," katanya.

Distribusi yang cepat perlu dilakukan untuk menghindari perubahan kimiawi pada daging dan berkembangnya bakteri. "Daging juga dapat diolah menjadi kornet karena dari aspek keamanan pangan, pemanasan dalam proses produksi kornet dapat menginaktivasi virus," jelas Denny.

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena PMK tidak menulari manusia. "Terkait pengolahan daging kurban, sebaiknya dimasak hingga matang agar mematikan bakteri/virus atau disimpan dalam freezer untuk mempertahankan kesegaran daging," jelasnya.

Meski daging dibekukan, nutrisi daging akan tetap terjaga dan daging tidak mengalami perubahan kimiawi secara alami.

(mdk/yan)

Baca juga:
Dalil Qurban tentang Hukum dan Keutamaan, Lengkap dengan Penjelasannya
6 Resep Bistik Sapi ala Rumahan Empuk dan Lezat, Mudah Dibuat
Banyak Sapi di Tangsel Tertular PMK, tapi Mayoritas Vaksin Disuntik ke Kambing
Jelang Idul Adha 2022, Kandang Sapi Betawi Muda Siapkan Hewan Kurban Sehat dan Bersih
Wagub DKI Ungkap Upaya Memastikan Hewan Kurban Masuk Jakarta Bebas PMK
Pedagang Hewan Kurban di Tasik Jual Sapi di Kafe Cegah PMK, Begini Cara Belinya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini