Warga Badung Bisa Bayar Tunggakan Iuran JKN Pakai Sampah

Warga Badung Bisa Bayar Tunggakan Iuran JKN Pakai Sampah
Ilustrasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 22 Mei 2022 04:34 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, membuat terobosan. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak mampu, dapat membayar tunggakan iuran dengan menggunakan sampah plastik ataupun sampah lainnya yang bisa didaur ulang.

"Tujuan dari program tersebut adalah untuk membantu melunasi tunggakan JKN masyarakat Badung yang tak mampu," kata Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Badung Ni Putu Mirah Lydiawati di Denpasar, Sabtu (21/5). Dikutip dari Antara.

Inisiatif dan terobosan BPJS Kesehatan Badung terkait pembayaran tunggakan JKN dengan sampah plastik itu pun telah diapresiasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat mengunjungi gudang pengolahan sampah plastik Bali Waste Cycle (BWC), Selasa (17/5).

Lydiawati mengemukakan, sampah yang layak daur ulang dikumpulkan pada titik kumpul terdekat. Untuk kawasan Badung Tengah ke Klinik Bhakti Rahayu Dalung, di Badung Selatan titik kumpulnya di Omsa Klinik Jimbaran, dan kawasan Badung Utara ke Klinik Sidhi Sai Abiansemal.

"Sampah bila tidak dikelola akan jadi masalah, namun jika dikelola dengan baik tentu akan menjadi solusi. Salah satunya adalah bisa untuk melunasi tunggakan JKN, terutama di Kabupaten Badung," ujarnya.

Ia menambahkan, sampah-sampah yang terkumpul nantinya akan diangkut dan ditimbang oleh Bali Waste Cycle (BWC), Solusi Sampah Bali, kemudian hasilnya bisa untuk membayar tunggakan JKN masyarakat. "Targetnya adalah tercapainya zero tunggakan JKN di Badung," ucapnya.

Founder Bali Waste Cycle (BWC) yang juga Direktur Utama PT Bhakti Rahayu Grup Putu Ivan Yunatana mengatakan, program inisiatif BPJS Kesehatan Badung ini sangat bagus dan patut dipertahankan.

"Dampaknya sangat jelas. Selain aspek ekonomi juga aspek lingkungan yang pada akhirnya sampah tersebut dapat terkelola dengan baik tidak sia-sia terbuang ke tempat pembuangan akhir," ucapnya.

Selain itu, kata Ivan dengan langkah tersebut, juga sekaligus wujud untuk membangun ekonomi sirkuler, ekonomi yang memiliki dampak pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. (mdk/cob)

Baca juga:
Bayar Tunggakan BPJS dengan Sampah: Gotong Royong, Semua Tertolong
Gerakan Membayar Tunggakan BPJS Kesehatan dengan Sampah
Jangan Khawatir, BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Perawatan Pasien Hepatitis
Cerita Pilu Melawan Hemofilia, Berharap Bantuan Negara
Pemkot Bogor Tambah Kuota Insentif Guru Ngaji, Total Penerima 3.000 Orang
Dirut BPJS Kesehatan: Komitmen Rumah Sakit Kunci Tingkatkan Kualitas Layanan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami