Agung Laksono sebut soal Munas, masih beda pendapat dengan Ical

Agung Laksono sebut soal Munas, masih beda pendapat dengan Ical
NEWS | 13 Agustus 2014 13:16 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono sudah bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) semalam. Pertemuan itu membahas tentang beda paham antara keduanya, termasuk soal Munas dan isu pemecatan Agung.

Kendati sudah bertemu dengan Ical, Agung mengakui masih selisih paham soal digelarnya Munas Golkar. Dia ingin Munas segera digelar 2014, namun Ical kekeuh sesuai keputusan DPP bahwa Golkar akan menggelar Munas pada 2015.

"Kami masih berbeda pendapat. Itu adalah suatu yang masing-masing dipahami, ARB, saya juga yakin kalau beliau memahami yang saya sampaikan. Sampaikan titik temu yang baik. Dan, kami berusaha perbedaan-perbedaan itu jangan sampai menimbulkan perpecahan organisasi dan partai. Jadi, di dalam itu harus dijaga kesatuan partai," jelas Agung di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/8).

Perihal polemik Munas ini, Agung menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan DPP Golkar. "Itu kan putusannya terserah DPP. Kami berdua memahami kalau hal itu masing-masing. Putusannya itu kan dari DPP Golkar sendiri," cetus dia.

Menko Kesra ini membantah telah dipecat atau dinonaktifkan dari Golkar. Menurut dia, beda pendapat tidak boleh berakhir dengan pemecatan.

"Masak perbedaan pendapat mesti diakhiri cara-cara itu. Di era modern demokrasi, demokrasi masak pakai pecat," tegas dia.

Kemungkinan Oktober 2014 Munas digelar? "Kita lihat nanti," singkat Agung.

Diketahui, Gonjang-ganjing internal Golkar terus menyeruak pasca hasil Pilpres 2014. Posisi Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terus digoyang dengan manuver para elitenya yang mendesak agar Musyawarah Nasional (Munas) segera digelar 2014.

Wakil Ketua Umum Golkar MS Hidayat dan Agung Laksnono bahkan sudah menyatakan maju sebagai calon ketua umum di Munas nanti untuk gantikan Ical.

Dalam AD/ART Golkar bahwa pelaksanaan Munas dilakukan lima tahun sekali artinya digelar 2014 ini. Namun sesuai kesepakatan bersama pada Munas 2009 di Riau lalu, massa Munas diperpanjang sampai 2015 karena berbenturan dengan pagelaran Pilpres 2014.

(mdk/war)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami