Dua Staf Khusus Milenial Jokowi Mengundurkan Diri, PKS Sarankan Dibubarkan

Dua Staf Khusus Milenial Jokowi Mengundurkan Diri, PKS Sarankan Dibubarkan
jokowi perkenalkan staf khusus. ©2019 Merdeka.com/supriatin
NEWS | 24 April 2020 15:56 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Staf khusus presiden Joko Widodo (Jokowi) Andi Taufan Garuda memutuskan mengundurkan diri setelah polemik suratnya kepada camat di seluruh Indonesia. Surat pengunduran diri yang dia layangkan pada Jumat (17/4) lalu, akhirnya disetujui Jokowi.

Langkah CEO Amartha ini menyusul keputusan koleganya Adamas Belva Syah Deva. Belva lebih dulu mundur lantaran polemik keterlibatan perusahaannya Ruangguru dalam program kartu pra-kerja.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf kembali menyampaikan keprihatinannya atas kiprah stafsus milenial yang direkrut Jokowi. Padahal, besar harapan bahwa para stafsus milenial bakal memberi warna baru dalam pemerintahan.

"Harusnya dia menjadi orang-orang yang idealis dong," kata dia, kepada Merdeka.com, Jumat (24/4).

Ternyata, harapan akan kiprah positif stafsus milenial kandas. Setelah munculnya kabar tak sedap yang ditimbulkan Belva Devara dan Andi Taufan. Dalam pandangan dia, alih-alih berhasil melawan penyalahgunaan wewenang di birokrasi, anak-anak muda itu bahkan berbuat jauh lebih parah.

"Bukan sama saja. Lebih parah dong. Kalau orang lama terkontaminasi kan mungkin wajar. Ini orang baru sudah terkontaminasi dan siap menyalurkan kontaminasi. Baru berapa bulan (jadi stafsus)," ungkapnya.

"Orang-orang semacam ini, menurut saya tidak layak untuk jadi calon pemimpin bangsa ke depan," tegas Bukhori.

Dia kembali menegaskan pendapatnya agar sebaiknya stafsus milenial dibubarkan saja oleh Jokowi.

"Pandangan saya. Staf khusus ini perlu dievaluasi. Kalau perlu dibubarkan saja. Karena ini adalah embrio nepotisme baru. Bahaya sekali. Masih muda saja begitu, bagaimana kalau sudah mulai agak-agak senior. Ini masih anak-anak kemarin," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Dua Staf Khusus Milenial Mundur

Dua staf khusus milenial Jokowi mengundurkan diri setelah disorot publik lantaran konflik kepentingan. Andi Taufan Garuda mengirim surat kepada seluruh camat. Isi surat itu yakni permintaan dukungan kepada seluruh camat untuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Program ini diinisiasi Kementerian Desa daan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Andi merupakan pendiri Amartha.

Rekannya, Belva Devara juga disorot lantaran keterlibatan Skill Academy by Ruangguru yang merupakan perusahaan miliknya sebagai mitra dari program Kartu Pra Kerja.

Dua polemik itu berbuntut pengunduran diri mereka. Andi Taufan Garuda mengundurkan diri pada Jumat (17/4) lalu. Dia menjelaskan pengunduran diri tersebut semata-mata dari keinginan sendiri untuk dapat mengabdi secara penuh pada masyarakat. Terutama kata dia dalam bidang usaha mikro dan kecil.

"Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," kata Andi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4).

Sementara Belva Devara mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo. Salah satu pendiri Ruangguru tersebut mengakui sudah memberikan surat pengunduran diri pada Rabu (15/4).

"Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva dalam akun instagramnya, Selasa (21/4).

Dia menjelaskan alasan pengunduran dirinya. Salah satunya karena tidak ingin polemik mengenai perusahaannya yang menjadi mitra dalam program kartu pra-kerja dikaitkan dengan statusnya sebagai stafsus Presiden Jokowi.

Baca juga:
PKS Soal 2 Stafsus Milenial Jokowi Mundur: Yang Salah Jenderalnya
Usai Polemik Surat ke Camat, Andi Taufan Mundur dari Stafsus Milenial Jokowi
Stafsus Milenial Jokowi di Ujung Jalan?
Direktur LPDB: Sesuai Arahan Menkop Teten, Pinjaman Hanya Via Koperasi Unggulan
Politikus Demokrat Minta Jokowi Evaluasi Integritas Stafsus Milenial
ICW: Sudah Seharusnya Belva Syah Mundur dari Stafsus Presiden

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami