Gerindra Samakan Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Seperti Hillary Gabung Obama

POLITIK | 21 Oktober 2019 21:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah memberi sinyal menjadi menteri bidang pertahanan di kabinet mendatang, usai dipanggil Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan pihaknya tak masalah. Menurutnya ini hal lumrah terjadi, bahkan di Amerika Serikat.

"Enggak ada masalah dong. Hillary Clinton yang pernah jadi lawan Obama saja, begitu kalah di kontes partai Demokrat, mau jadi menteri," kata Arief kepada Liputan6.com, Senin (21/10/2019).

Dia menuturkan, siap membantu Jokowi dalam bidang pertahanan jangan diartikan hanya tugas sebagai menteri bidang pertahanan.

"Karena bicara pertahanan bukan semata terkait pertahanan militer dan keamanan. Tetapi, harus juga diartikan tugas untuk menciptakan pertahanan pangan, pertahanan energi dan pertahanan ekonomi, serta keamanan perekonomian Indonesia yang sangat rawan dengan guncangan guncangan ekonomi global," kata Arief.

Dia menuturkan, kesediaan Prabowo mau jadi menteri, lantaran Indonesia saat ini terus berupaya menciptakan pertahanan dan keamanan perekonomian nasional untuk bisa meningkatkan lapangan kerja, investasi, swasembada pangan dan swasembada energi.

"Jika pertahanan dan keamanan ekonomi sudah kuat, baru kita secara otomatis akan punya sistem pertahanan dan keamanan militer yang kuat," pungkasnya.

Baca juga:
PKS Soal Prabowo Masuk Kabinet: Kemarin Jadi Kompetitor, Sekarang Jadi Pembantu
PAN Sebut Prabowo Punya Pertimbangan Sendiri Putuskan Bantu Jokowi di Kabinet
Puan Sebut kalau Prabowo Jadi Menhan, Harus Bisa Beri Solusi untuk Bangsa
Gerindra Masuk Kabinet, NasDem Bertahan Atau Jadi Partai Oposisi?
Prabowo Ikuti Jejak Wiranto: Berkali-Kali Ikut Pilpres Akhirnya Jadi Menteri

(mdk/ded)