Komnas HAM Dorong Revisi UU 30 Tahun 1999 Tentang HAM

Komnas HAM Dorong Revisi UU 30 Tahun 1999 Tentang HAM
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. ©2021 Merdeka.com
POLITIK | 6 April 2021 16:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menilai Undang-Undang (RUU) Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM perlu direvisi. Perubahan diperlukan demi efektivitas tugas Komnas HAM.

Dalam UU tersebut jumlah anggota Komnas HAM masih tertulis 35 orang. "Tapi saat ini jumlah anggota Komnas HAM adalah tujuh orang," kata Taufan di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (6/4/2021).

Selain itu, dia menyinggung perlunya revisi UU HAM untuk menegaskan Komnas HAM sebagai lembaga pengawas yang bertugas menegakkan independensi, keadilan, keterbukaan, akuntabilitas, imparsialitas, kesamaan dan kesetaraan, dan nondiskriminasi.

"Kemudian dalam RUU HAM juga perlu memperkuat kewenangan untuk memberi rekomendasi yang menurut kami, selama ini belum mengikat secara hukum. Dan kami tawarkan untuk nanti kalau ada revisi itu, rekomendasinya bisa mengikat secara hukum," ucap dia.

Taufan juga mendorong pemerintah meratifikasi Optional Protocol Convention Against Torture (OPCAT) atau protokol opsional konvensi internasional.

OPCAT, lanjut Taufan, bertujuan untuk memberikan standar tentang upaya pencegahan dan perlakuan yang tidak manusiawi, terutama soal kemerdekaan seseorang dicabut dan untuk pencegahan terjadinya penyiksaan.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani meminta Komnas HAM mencari langkah alternatif untuk menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat pasa masa lalu.

Arsul mempertanyakan alasan Komnas HAM masih menggunakan pendekatan yudisial dalam kasus-kasus pelanggaran HAM berat sebelum 1990.

"Pertanyaan saya, kenapa Komnas HAM tidak juga misalnya menyampaikan usulan baik kepada pemerintah maupun ke DPR, alternatif penyelesaian yang lain, yang non yudisial. Yang penting ada penyelesaian," kata Arsul.

Reporter: Delvira Hutabarat (mdk/ray)

Baca juga:
Komnas HAM Sebut Kematian Polisi Penembak Laskar FPI Tak Ganggu Konstruksi Peristiwa
Komnas HAM Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR
Komnas HAM: Kepolisian Paling Banyak Diadukan Masyarakat
Ketua Komnas HAM Sebut Ada Organisasi Gunakan Sentimen Agama Dibarengi Kekerasan
Komnas HAM Sebut Komisi Kebenaran & Rekonsiliasi Dimungkinkan saat Kasus HAM Mandek

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami