Survei: Elektabilitas PDIP-Gerindra Turun, Golkar & NasDem Merosot Drastis

Survei: Elektabilitas PDIP-Gerindra Turun, Golkar & NasDem Merosot Drastis
pemimpin Parpol bertemu di pengundian. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
POLITIK | 23 Februari 2021 14:19 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Litbang Kompas merilis survei tren elektabilitas partai politik di awal tahun 2021. PDI Perjuangan dan Partai Gerindra menurun kendati masih berada di posisi teratas. Sementara, Golkar merosot jauh jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019.

Survei Litbang Kompas dirilis dalam Harian Kompas Senin, 22 Februari 2021. Survei wawancara tatap muka ini digelar tanggal 27 Desember 2020-9 Januari 2021. Sebanyak 2000 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan acak proporsional bertingkat di 34 Provinsi. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada Survei Januari 2021 ini, PDIP memiliki elektabilitas 19,7 persen. Tidak beda jauh dengan hasil Pemilu 2019 yaitu 19,33 persen. Jika dibandingkan dengan survei Litbang Kompas sebelumnya, elektabilitas PDIP memang menurun dari 23,1 persen pada Agustus 2020 dan 21,8 persen pada Oktober 2019.

Partai Gerindra juga mengalami penurunan dari hasil Pemilu 2019. Pada Survei Januari 2021 ini, Gerindra memiliki elektabilitas 9,6 persen. Pemilu 2019 lalu Gerindra mengantongi suara 12,57 persen. Sementara pada dua survei Litbang Kompas sebelumnya Gerindra memiliki elektabilitas 12,6 persen pada Agustus 2020 dan 13,6 persen pada Oktober 2019.

Golkar mengalami penurunan elektabilitas yang cukup tajam. Jika pada Pemilu 2019 partai beringin itu menjadi runner-up dengan suara 12,31 persen, elektabilitasnya di awal 2021 hanya 3,4 persen. Dibandingkan dua survei sebelumnya juga menurun yaitu dari 5,9 persen pada Agustus 2020 dan 7,7 persen pada Oktober 2019.

Partai Nasdem juga mengalami nasib sama seperti Golkar. Nasdem yang Pemilu lalu mengantongi 9,5 persen suara, hanya tinggal 1,7 persen elektabilitasnya hari ini. Sedangkan, pada dua survei sebelumnya hanya 2,5 persen pada Agustus 2020 dan 3,1 persen pada Oktober 2019.

Menariknya, ada satu partai yang menunjukan peningkatan elektabilitas yaitu Partai Demokrat, PKS dan PKB. Dibandingkan survei Agustus 2020, Partai Demokrat meningkat dari 3,6 persen menjadi 4,6 persen. Sementara PKS meningkat dari 4,1 persen menjadi 5,4 persen. PKB meningkat dari 4,7 persen menjadi 5,5 persen.

Meski belum setinggi hasil Pemilu 2019 lalu. Demokrat berhasil mengantongi 7,77 persen, PKS 8,21 persen serta PKB 9,69 persen.

Sementara, PAN dan PPP yang saat ini duduk di parlemen terancam tidak lolos jika pemilihan dilakukan saat ini. PAN hanya mengantongi elektabilitas 0,8 persen. Pada Pemilu 2019 lalu partai berlambang matahari ini memiliki suara 6,84 persen.

Begitu juga PPP hanya memiliki elektabiltas 0,5 persen. Sementara Pemilu 2019 lalu bisa mendapatkan suara 4,52 persen.

Namun, dalam survei Litbang Kompas Januari 2021 ini masih ada responden yang menjawab tidak tahu/golput sebesar 47,3 persen.

Berikut hasil lengkap survei elektabilitas Partai Politik Litbang Kompas:

1. PKB

Oktober 2019: 5,3 persen

Agustus 2020: 4,7 persen

Januari 2021: 5,5 persen

Hasil Pemilu 2019: 9,69 persen

2. Gerindra

Oktober 2019: 13,6 persen

Agustus 2020: 12,6 persen

Januari 2021: 9,6 persen

Hasil Pemilu 2019: 12,57 persen

3. PDIP

Oktober 2019: 21,8 persen

Agustus 2020: 23,1 persen

Januari 2021: 19,7 persen

Hasil Pemilu 2019: 19,33 persen

4. Golkar

Oktober 2019: 7,7 persen

Agustus 2020: 5,9 persen

Januari 2021: 3,4 persen

Hasil Pemilu 2019: 12,31 persen

5. NasDem

Oktober 2019: 3,1 persen

Agustus 2020: 2,5 persen

Januari 2021: 1,7 persen

Hasil Pemilu 2019: 9,05 persen

6. Garuda

Oktober 2019: 0,3 persen

Agustus 2020: 0 persen

Januari 2021: 0,1 persen

Hasil Pemilu 2019: 0,50 persen

7. Berkarya

Oktober 2019: 0,3 persen

Agustus 2020: 0,1 persen

Januari 2021: 0,4 persen

Hasil Pemilu 2019: 2,09 persen

8. PKS

Oktober 2019: 5,3 persen

Agustus 2020: 4,1 persen

Januari 2021: 5,4 persen

Hasil Pemilu 2019: 8,21 persen

9. Perindo

Oktober 2019: 1,3 persen

Agustus 2020: 0,5 persen

Januari 2021: 0,6 persen

Hasil Pemilu 2019: 2,67 persen

10. PPP

Oktober 2019: 1,2 persen

Agustus 2020: 1,1 persen

Januari 2021: 0,5 persen

Hasil Pemilu 2019: 4,52 persen

11. PSI

Oktober 2019: 1,1 persen

Agustus 2020: 0,3 persen

Januari 2021: 0,2 persen

Hasil Pemilu 2019: 1,89 persen

12. PAN

Oktober 2019: 2,1 persen

Agustus 2020: 1,1 persen

Januari 2021: 0,8 persen

Hasil Pemilu 2019: 6,84 persen

13. Hanura

Oktober 2019: 0,8 persen

Agustus 2020: 0,9 persen

Januari 2021: 0,2 persen

Hasil Pemilu 2019: 1,54 persen

14. Demokrat

Oktober 2019: 4,7 persen

Agustus 2020: 3,6 persen

Januari 2021: 4,6 persen

Hasil Pemilu 2019: 7,77 persen

15. PBB

Oktober 2019: 0 persen

Agustus 2020: 0,1 persen

Januari 2021: 0 persen

Hasil Pemilu 2019: 0,79 persen

16. PKPI

Oktober 2019: 0 persen

Agustus 2020: 0 persen

Januari 2021: 0 persen

Hasil Pemilu 2019: 0,22 persen (mdk/ray)

Baca juga:

41% Masyarakat Tolak Vaksinasi, DPR Nilai Sanksi Tak Efektif Tingkatkan Partisipasi

PDIP Soal Survei Risma Naik di Pilgub DKI: Beliau Fokus Urus Bansos

Elektabilitas Risma Naik, PKS Sebut Anies Baswedan Punya Prestasi di DKI

Survei Median: 52,2 Persen Warga Puas dengan Kinerja Anies Baswedan

Survei Pilgub DKI: Elektabilitas Risma Naik, Posisi Anies Sangat Rawan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami