Agar Masyarakat Tertib Pakai Masker, Dokter Ibaratkan Hidung dan Mulut Seperti Aurat

Agar Masyarakat Tertib Pakai Masker, Dokter Ibaratkan Hidung dan Mulut Seperti Aurat
Ilustrasi masker. ©Pixabay
SEHAT | 6 Oktober 2020 07:33 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Menggunakan masker merupakan salah satu cara utama dalam mencegah penularan COVID-19 di masyarakat. Lalai menggunakan masker terutama ketika berada di tempat umum bisa menyebabkan terjadinya penularan.

Sayangnya, masih banyak orang yang abai dengan penggunaan masker ini. Beberapa bahkan menganggapnya hanya sebagai formalitas sehingga menggunakannya dengan cara yang tidak tepat.

Menurut dokter Norman Zainal, spesialis bedah orthopaedi dan traumatologi, mulut dan hidung saat ini bisa dianggap sebagai "aurat" yang ada di tubuh seseorang.

"Kalau itu diyakini aurat, masyarakat akan merasa malu bicara dengan seseorang yang bukan dirinya, walaupun itu anaknya, sebelum dia pakai masker, layaknya dia malu keluar bicara dengan anak, tetangga, atau saudara, tanpa pakaian yang sopan," kata Norman.

Dalam siaran dialog dari Graha BNPB, Jakarta beberapa waktu lalu, apabila hal tersebut bisa ditanamkan sekarang, Norman yakin penurunan COVID-19 bisa ditekan secara drastis.

2 dari 2 halaman

Beri Keteladanan

Pada kesempatan tersebut, Norman meminta agar para figur publik di media seperti televisi, ikut memberikan contoh yang baik dalam menggunakan masker.

"Dalam keyakinan saya sebagai orang medis, saya sedih banget, kok kita tidak memberikan contoh yang baik," ujarnya.

Ia mengatakan, apabila alasannya adalah untuk memudahkan mereka yang menyandang disabilitas, ada cara lain yang bisa digunakan.

"Coba bayangkan ketika sebuah acara, kita tidak perlu menyebut nama acaranya, ada banyak orang di situ lebih dari satu atau dua, kemudian droplet-nya keluar," kata Norman.

Menurutnya, meski secara teori virus tidak akan sampai terbawa hingga dua meter, namun pergerakan seseorang membuatnya tetap bisa terpapar virus tersebut.

"Jadi dari segi perubahan perilaku saya menganjurkan kita fokus saja memasyarakatkan masker ini dengan berbagai cara, tapi cara yang paling benar adalah keteladanan," katanya.

"Yang lainnya penegakan hukum iya, regulasi juga iya," tandas Norman.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
7 Cara Mengatasi Munculnya Bau Mulut dan Membuat Napas Tetap Segar
Menenangkan Diri Jadi Cara Penting Cegah Stres saat WFH
Tak Hanya Pengobatan, Pasien Kanker Juga Butuh Dukungan Mental dari Keluarga
Begini Jarak Ideal Bercinta Jika Ingin Memiliki Momongan
Begini Cara Cegah Makan Berlebihan Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19
Begini Cara Memeriksa Apakah Gangguan Kencing Merupakan Gejala Kanker Prostat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami