Kenali Dampak Luar Biasa Bersepeda di Malam Hari bagi Penderita Hipertensi

Kenali Dampak Luar Biasa Bersepeda di Malam Hari bagi Penderita Hipertensi
Bersepeda di malam hari. ©Bray Wheelers
SEHAT | 29 Januari 2022 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Bagi pria yang memiliki darah tinggi, pemilihan waktu untuk berolahraga ternyata bisa cukup penting untuk kondisi mereka. Dilansir dari japan Today, sebuah penelitian menyebut bahwa berolahraga di malah hari dapat membantu menurunkan tekanan darah pria tersebut.

Peneliti menggunakan 50 responden pria yang memiliki darah tinggi untuk melakukan tiga jenis olahraga. Pertama, adalah bersepeda tiga kali seminggu selama 45 menit di antara jam 7 hingga 9 pagi. Kedua, bersepeda dengan frekuensi dan waktu yang sama namun di antara jam 6 hingga 8 malam. ketiga, pemanasan tiga kali seminggu pada pagi atau malam hari selama 30 menit.

Setelah 10 minggu, peneliti mengetahui bahwa hanya olahraga di malam hari saja yang ternyata dapat mengurangi tekanan darah secara cukup signifikan. Walau olahraga ini tentu tak dapat menjadi pengganti obat, namun hal ini disarankan untuk dilakukan pada malam hari.

"Mereka sebaiknya memilih untuk melakukan olahraga aerobik di malam hari untuk mendapat hasil yang lebih cepat dan berpengaruh," ujar peneliti Claudia Forjaz dari Universitas Sao Paulo Brasil.

2 dari 2 halaman

Walau begitu, Forjaz juga menyebut bahwa olahraga pagi baik dilakukan dibanding tidak sama sekali.

"Jika mereka hanya bisa berolahraga di pagi hari, hal ini juga baik dilakukan walaupun dampaknya butuh waktu lebih lama," ungkap Forjaz.

Pria yang terlibat pada penelitian ini rata-rata berusia awal 50-an dan kelebihan berat badan. Sebagian besar bahkan mengonsumsi satu atau lebih obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi mereka.

peneliti mengaku masih belum mengetahui bahwa apakah hasil yang didapat pada pria ini bakal juga dialami wanita. Selain itu, karena jenis olahraga yang dilakukan hanya bersepeda, kemungkinan jenis olahraga berbeda dapat memiliki dampak yang berbeda pula.

"Walaupun hasil penelitian ini menyebut waktu dilakukannya olahraga cukup penting untuk jangka panjang, hal yang lebih penting bagi penderitan hipertensi adalah fokus dalam melakukan olahraga secara teratur dibanding kapan melakukannya," ungkap David Hill, peneliti dari University of North Texas. (mdk/RWP)

Baca juga:
Mengapa Refleks dan Pergerakan Kita Semakin Memburuk Seiring Bertambahnya Usia?
Ketahu Kondisi Kesehatan di Tubuhmu Melalui Berbagai Kondisi Kuku Berikut
Sulit Berkeringat ketika Berolahraga, Kenali Kondisi Anhidrosis yang Jadi Penyebabnya
Pentingnya Wanita Hamil Tetap Aktif Bergerak Walau di Masa Pandemi
5 Cara Seimbangkan Kondisi Lidah Agar Tetap Sehat di Usia 40-an
Perubahan Perilaku di Masa Pandemi Bisa Sulitkan Gaya Hidup Sehat Seseorang
Cara Meningkatkan Energi di Pagi Hari agar Semangat Jalani Rutinitas

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami