Demi Bisa Hidup Sehat, Ini Lima Hal yang Harus Diterapkan Orang dengan Autoimun

Demi Bisa Hidup Sehat, Ini Lima Hal yang Harus Diterapkan Orang dengan Autoimun
Ilustrasi gangguan autoimun. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/UGREEN 3S
SEHAT | 5 Oktober 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Sejumlah kondisi kesehatan yang dialami oleh seseorang bisa sangat memengaruhi kehidupan mereka. Salah satu masalah kesehatan yang bisa sangat berpengaruh ini adalah kondisi autoimun yang dialami seseorang.

Autoimun adalah sebuah kondisi kesehatan di mana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara zat asing dan membahayakan tubuh dengan sel-sel tubuh penderitanya, sehingga menyebabkan masalah kesehatan kronis, bahkan kematian jika menyerang organ yang memiliki peran vital.

Orang dengan autoimun (ODAI) adalah sebutan untuk orang-orang yang hidup dengan kondisi autoimunitas. ODAI kelompok yang rentan terkena COVID-19 karena tubuhnya mengalami gangguan imunologi serta mudah terjadi peradangan atau inflamasi.

“Autoimun adalah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Orang dengan autoimun produktivitasnya menurun, hanya mampu beraktivitas 5-6 jam sehari dengan keluhan seperti nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, sering sariawan, demam yang tidak beraturan, dan sebagainya, sementara penyakit ini belum dapat disembuhkan," kata Marisza Cardoba, pendiri Marisza Cardoba Foundation (MCF) yang juga ODAI beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dia memaparkan lima dasar hidup sehat untuk orang-orang dengan autoimun demi meningkatkan kualitas hidup agar dapat beraktivitas secara normal.

Pertama, menjalani gaya hidup sehat dengan memilih makanan sehat, memeriksa kesehatan secara berkala serta menjaga kebersihan.

Kedua, aktif mandiri dengan cara berolahraga 30 menit setiap hari serta menanam bahan pangan sendiri.

Ketiga, mengendalikan stres lewat ibadah, melakukan komunikasi positif serta manajemen waktu.

Keempat, terus belajar dengan cara bergabung dengan komunitas pembelajar, ketahui hak dan kewajiban pasien serta mengetahui informasi obat (polifarmasi) juga mengelola keuangan dengan baik.

Kelima, hidup positif dengan cara tersenyum, menyeimbangkan otak serta bekerja secara cerdas.

2 dari 2 halaman

Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, salah satu Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Marisza Cardoba Foundation, mengatakan, “Autoimun memang penyakit yang bisa mematikan namun bisa dikendalikan. Penyebabnya antara lain akibat terpapar bahan-bahan kimia atau yang dianggap tidak natural oleh tubuh”.

Aru menjelaskan sumber bahan-bahan kimia itu antara lain dalam makanan yang ada di sekitar yang menjadi perangsang rusaknya antibodi dalam tubuh.

"Dua generasi lalu, penyakit autoimun sangat langka. Tapi sekarang, jumlahnya meningkat tajam. Kebanyakan generasi muda yang menderitanya,” jelas Aru. (mdk/RWP)

Baca juga:
Ketahui Batas Konsumsi Gula Per Hari, Ini Jumlah Maksimalnya
Ini Penyebab Mengapa Kita Mudah Sakit saat Musim Pancaroba
Sering Konsumsi Es Teh Manis Bisa Pengaruhi Kondisi Kesehatan Jantung
Ketahui Dua Jenis Skrining untuk Deteksi Penyakit Jantung Bawaan
Nyeri Dada Merupakan Keluhan Umum yang Dialami Pasien Serangan Jantung

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini