Jus Buah Miliki Risiko Diabetes yang Setara dengan Minuman Berpemanis Buatan

SEHAT | 11 Oktober 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Konsumsi minuman dengan gula buatan yang tinggi selama ini telah dihubungkan dengan risiko munculnya diabetes tipe 2. Oleh karena itu banyak yang menyarankan untuk menghindari minuman jenis ini dan beralih pada minuman dengan pemanis alami.

Namun ternyata risiko diabetes ini juga muncul pada minuman yang memiliki pemanis alami. Dilansir dari Medical News Today, jus buah sehat alami ternyata juga sama bahayanya dengan minuman dengan pemanis buatan atau soda diet.

Selama ini, sebagian besar orang percaya bahwa minuman berpemanis alami itu sangat sehat. Walau begitu, minuman jenis ini ternyata juga memiliki dampak terhadap kesehatan seseorang serta risiko kanker.

Penelitian ini dilakukan oleh Harvard T. H. Chan School of Public Health di Boston, MA dan Fudan University, Shanghai, China. Semua minuman bergula termasuk jus buah alami dan minuman berpemanis alami bisa meningkatkan risiko diabetes.

Hasil penelitian yang telah diterbitkan pada jurnal Diabetes Care ini juga memberi jalan keluar untuk masalah ini. Seseorang bisa menurunkan risiko diabetes dengan mengganti minuman bergula dengan minuman tak berpemanis seperti air putih, teh, dan kopi.

1 dari 2 halaman

Ganti Konsumsi Gula dengan Minuman Tanpa Pemanis

"Hasil penelitian ini memberikan bukti lebih lanjut mengenai manfaat kesehatan yang berhubungan dengan menurunnya konsumsi minuman bergula dan menggantinya dengan alternatif lebih sehat seperti air putih, kopi, atau teh," terang peneliti Jean-Philippe Drouin-Chartier, Ph.D.

Peneliti mengetahui bahwa orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak minuman ringan dengan tambahan gula serta minuman berpemanis alami memiliki dampak yang sama. Konsumsi kedua jenis minuman ini lebih dari 4 ons per hari selama 4 hari berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes lebih dari 16 persen.

Sedangkan bagi mereka yang mengonsumsi minuman berpemanis buatan dengan jumlah sama memiliki risiko lebih tinggi. Diketahui risiko diabetes tipe 2 milik mereka meningkat 18 persen.

Risiko masalah ini tetap sama walau telah dipertimbangkan sejumlah faktor. Jumlahnya tetap sama setelah mempertimbangkan variabel lain seperti indeks massa tubuh, perubahan pola makan, dan kebiasaan gaya hidup yang relevan.

2 dari 2 halaman

Disarankan untuk Membatasi Makanan dan Minuman Manis

Secara keseluruhan, peneliti menyarankan orang-orang untuk membatasi segala jenis makanan manis. Mengganti minuman dengan minuman tidak manis bisa membantu menurunkan risiko diabetes.

Mengganti satu porsi minuman manis dengan air putih, kopi, atau teh bisa sangat bermanfaat. Hal ini bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 sekitar 2 hingga 10 persen.

"Hasil penelitian ini sejalan dengan rekomendasi saat ini untuk mengganti minuman manis dengan minuman bebas pemanis buatan non kalori," terang peneliti Prof. Frank Hu, dari Harvard T.H. Chan School of Public Health. (mdk/RWP)

Baca juga:
Tidur Kurang dari 6 Jam Semalam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Benarkah Brown Sugar Lebih Sehat Dikonsumsi Bagi Penderita Diabetes?
Menurut Penelitian, Orang Pendek Miliki Risiko Diabetes Lebih Tinggi
Sebelum Lakukan Operasi Bedah Plastik, Perhatikan Riwayat Kesehatan yang Dimiliki
4 Buah dan Sayur yang Baik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.