Sama-sama Sebabkan Tubuh Kuning, Ketahui Beda Hepatitis dan Penyakit Empedu

Sama-sama Sebabkan Tubuh Kuning, Ketahui Beda Hepatitis dan Penyakit Empedu
hepatitis. ©2018 Liputan6.com
SEHAT | 6 Juli 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Salah satu gejala dari terjadinya hepatitis adalah tubuh yang berubah menjadi kuning. Kondisi kuning ini juga bisa terjadi karena penyakit empedu. Lalu, apa beda dari keduanya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi Hendra Nurjadin, mengatakan kedua penyakit tersebut dapat dibedakan berdasarkan anamnesis atau pertanyaan dokter ke pasien terkait perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi (USG), jika perlu dilakukan pemeriksaan MRI.

"Jika tidak ditangani dengan baik maka infeksi saluran empedu ataupun kandung empedu dapat menyebabkan infeksi berat dan membahayakan," katanya beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kata dr Hendra, penyakit infeksi saluran empedu atau kandung empedu bukan penyakit menular, hanya suatu penyakit infeksi yang dapat disembuhkan. Untuk itu sebaiknya segera periksakan diri jika mengalami gejala kuning.

"Segera ke rumah sakit untuk memastikan apakah kondisi ini merupakan sumbatan saluran empedu dengan adanya infeksi dalam saluram empedu atau peradangan di kandung empedu yang biasanya sering disertai adanya batu empedu. Pastikan juga apakah memerlukan tindakanendoskopi pengambilan batu di saluran empedu (ERCP) atau operasi pengangkatan kandung empedu beserta batunya," jelasnya.

Dokter yang praktik di RS Pondok Indah – Puri Indah ini juga menjelaskan, penyebab lainnya yang berbahaya selain batu empedu adalah kanker saluran empedu.

"Pengobatan kanker saluran empedu tergantung stadium pada pemeriksaan awal dengan MRI ataupun CT-Scan, apakah dapat dioperasi atau tidak," katanya.

2 dari 2 halaman

Penyakit Empedu

Dilansir dari WebMD, penyakit empedu atau kolesistitis adalah pembengkakan dan iritasi pada kantong empedu, organ kecil di sisi kanan perut dekat hati.

Sebetulnya, tugas kantong empedu adalah menahan cairan pencernaan yang disebut empedu. Tetapi jika jalan ke usus kecil Anda tersumbat, empedu akan terperangkap. Cadangan itu dapat mengiritasi kantong empedu Anda. Begitulah kolesistitis terjadi.

Gejala

- Mual dan muntah

- Demam

- Kembung

- Kulit atau mata kuning (jaundice)

Kolesistitis mudah disalahartikan sebagai masalah kesehatan lainnya, tetapi tanda lainnya adalah rasa sakit yang hebat -- di perut, di punggung, atau di bawah tulang belikat kanan.

Gejala mungkin bertambah buruk setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Jika Anda tidak bisa merasa nyaman atau duduk diam karena rasa sakit, pergilah ke ruang gawat darurat.

Alasan umum penyakit empedu karena batu empedu--gumpalan empedu menjadi padat hingga menghalangi jalan ke usus kecil. Kondisi ini dialami sekitar 10% hingga 20% orang Amerika. Sekitar setengah dari penderita batu empedu akan terkena kolesistitis.

Reporter: Fitri Syarifah
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Amankah Mengonsumsi Daging dan Susu Sapi di Tengah Wabah PMK?
Guru Besar UGM Jelaskan Bagaimana Ganja Bisa Bermanfaat Secara Medis
Berapa Lama ASI Berhenti Menyapih pada Ibu Menyusui? Ini Penjelasannya
Kadang Tak Disadari, 6 Hal Ini Menandakan Bahwa Kamu Harus Makan
Tak Terbukti Miliki Dampak Buruk, Ini Deretan Manfaat dari Konsumsi Susu
3 Dampak Buruk yang Bisa Muncul dari Kebiasaan Tidur dengan Rambut Basah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini