Sering Dianggap Sama, Ketahui Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu Sapi

Sering Dianggap Sama, Ketahui Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu Sapi
Ilustrasi minum susu. Shutterstock/Jaren Jai Wicklund
SEHAT | 17 Januari 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Sejumlah orang tidak bisa mengonsumsi susu sapi karena masalah yang mungkin muncul. Kondisi yang mungkin muncul ini bisa disebabkan baik oleh intoleransi laktosa maupun alergi susu sapi.

Ahli gizi dr. Arif Sabta Aji, S.Gz mengatakan bahwa intoleransi laktosa merupakan hal yangh berbeda dari alergi susu sapi. Pasalnya, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang dapat diidentifikasi melalui respon tubuh hingga gejala-gejala yang muncul.

“Perbedaan nyata antara alergi susu dan intoleran laktosa, yaitu dari respon tubuh kita,” kata Arif yang juga menjadi dosen Kesehatan Masyarakat di Universitas Alma Ata.

Pada kondisi intoleransi laktosa, seseorang sudah tidak dapat diubah atau disembuhkan. Sementara itu, ketika seseorang mengalami alergi, kondisi ini bisa berkurang apabila mengonsumsi obat bahkan hilang seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Intoleransi laktosa merupakan kondisi saat seseorang tidak mampu mencerna laktosa dalam produk susu secara sepenuhnya karena kekurangan enzim laktase yang terdapat di dalam saluran pencernaan. Enzim ini berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi bentuk sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa yang bermanfaat untuk sistem metabolisme di dalam tubuh.

“Sementara alergi susu itu disebabkan oleh respon sistem imun tubuh kita yang berlebihan karena protein susu yang dikonsumsi. Alergi susu sebenarnya bisa kita tangani, tidak seperti intoleran laktosa,” terangnya.

2 dari 2 halaman

Perbedaan Gejala yang Muncul

Perbedaan antara intoleransi laktosa dengan alergi susu sapi ini juga bisa dilihat dari gejalanya. Pada alergi susu, biasanya penderita mengalami ruam atau gatal-gatal pada kulit. Sementara intoleransi laktosa menimbulkan efek yang tidak nyaman pada saluran pencernaan setelah 30 menit hingga dua jam mengonsumsi susu.

Ketika seseorang yang memiliki kondisi kekurangan enzim laktase mengonsumsi susu yang memiliki kandungan laktase, maka saluran pencernaan akan menyerap air lebih banyak dari seluruh bagian tubuh. Kondisi ini menyebabkan seseorang intoleran laktosa bisanya akan mengalami diare dan sakit perut usai mengonsumsi susu sapi.

“Jadi, besyukur buat teman-teman yang bisa mengonsumsi susu sapi seperti biasa. Karena intoleran laktosa itu nggak nyaman. Dari segi presentasenya juga hampir 80 persen intoleran laktosa dialami oleh masyarakat Asia,” ujarnya.

Arif menjelaskan bahwa kondisi intoleransi laktosa banyak dialami pada masyarakat Asia. Hal ini bisa terjadi sebab secara turun-temurun tidak memiliki kebiasaan atau tradisi meminum susu sapi secara rutin.

“Dari segi budaya dan turun-temurun, masyarakat kita itu bukan peminum susu yang biasa. Beda dengan Eropa, mereka banyak sekali terpapar konsumsi susu di negara sana. Kalau kita itu tidak sebanyak atau sebiasa orang-orang sana. Oleh karena itulah kita akhirnya memiliki karakteristik yang intoleransi laktosa,” kata Arif.

Menurut Arif, laktosa sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia termasuk berupa susu sapi. Sementara itu, dia menlanjutkan bahwa pada seorang yang mengalami intoleransi laktosa bukan berarti harus menghindari atau tidak mengonsumsi susu sama sekali.

“Mengetahui perbedaan antara intoleran dan alergi susu ini penting sekali. Kemudian kita tahu, pada intoleran laktosa sebetulnya bukan berarti kita tidak boleh minum susu. Kita tetap bisa mendapatkan manfaat dari susu, terutama susu sapi, untuk kesehatan dengan produk yang bebas laktosa,” katanya. (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Kesalahan dalam Mengonsumsi Roti yang Bisa Membuatmu Tambah Gemuk
7 Makanan yang Perlu Banyak Dikonsumsi Anak agar Cepat Tinggi
Pentingnya Asupan Makanan dan Kondisi Mental demi Kesuksesan Impantasi Embrio
Cara Meningkatkan Kesehatan Tulang secara Alami, Turunkan Risiko Osteoporosis
Jangan Sepelekan Pemberian Nutrisi pada Balita agar Tidak Alami Stunting
5 Cara Seimbangkan Kondisi Lidah Agar Tetap Sehat di Usia 40-an
8 Dampak Luar Biasa Konsumsi Sari Tebu bagi Kesehatan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami