Sulit Berkeringat ketika Berolahraga, Kenali Kondisi Anhidrosis yang Jadi Penyebabnya

Sulit Berkeringat ketika Berolahraga, Kenali Kondisi Anhidrosis yang Jadi Penyebabnya
Ilustrasi dehidrasi. Shutterstock/Maridav
SEHAT | 14 Januari 2022 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Tinggal di daerah tropis menyebabkan banyak orang sering berkeringat bahkan sebagian malah berkeringat secara berlebih. Hal ini terutama terjadi pada saat kita sedang berolahraga.

Munculnya keringat berlebih memang bisa menjadi hal yang tak menyenangkan dan menyebabkan bau badan. Walau begitu, sulit atau tidak dapat berkeringat juga bisa menjadi sebuah masalah kesehatan tersendiri.

Dilansir dari Livestrong, sulit berkeringat atau anhidrosis bisa disebabkan oleh berbagai hal termasuk genetik dan karena kondisi kesehatan. Kondisi ini menyebabkan hanya muncul sedikit keringat atau bahkan tidak sama sekali pada saat beraktivitas, kepanasan, atau bahkan berolahraga.

Walau berkeringat bisa menyebabkan bau badan tak sehat namun hal ini sebenarnya menyehatkan. Berkeringat merupakan cara untuk mendinginkan tubuh, kesulitan berkeringat bisa menyebabkan kondisi tubuh menjadi terlalu panas.

Selain sulitnya keluar keringat, anhidrosis biasanya disertai dengan gejala lain. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini bisa berbentuk kulit yang kepanasan, kram otot, rasa lemah, dan melayang.

Masalah anhidrosis ini bisa dialami oleh seluruh bagian tubuh atau pada bagian tertentu saja. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang mengalami kondisi ini kesulitan untuk mendinginkan diri.

2 dari 2 halaman

Penyebab Anhidrosis

Penyebab utama dari kurangnya keringat ini disebabkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan sebelum dan bahkan saat berolahraga. Ketika kamu tidak cukup minum, maka tidak ada cukup cairan untuk dikeluarkan melalui keringat.

Anhidrosis ketika berolahraga juga bisa disebabkan karena intensitas olahraga yang terlalu rendah. Ketika tubuh tidak terlalu panas saat berolahraga, maka keringat tak akan keluar karena tidak ada hal yang butuh untuk didinginkan.

Sebagai contoh, masalah ini mungkin dialami oleh seseorang ketika olahraga yang dilakukan adalah berjalan terutama dengan intensitas yang rendah dan jarak dekat. Walau begitu, hal ini mungkin juga disebabkan oleh hal lain.

Kondisi ini banyak dialami seseorang akibat faktor keturunan dan keluarga. Kondisi ini bisa disebabkan oleh genetik dan perlu ditanggapi serius pada kondisi tertentu.

Ketika kamu berolahraga dengan intensitas yang berat namun juga tak kunjung berkeringat, maka kamu perlu melakukan konsultasi dengan dokter. Pada mereka yang mengalami kondisi ini, penting untuk mendinginkan diri dengan cara mandi air dingin atau dinginkan wajah dengan menggunakan handuk dingin. (mdk/RWP)

Baca juga:
Pentingnya Wanita Hamil Tetap Aktif Bergerak Walau di Masa Pandemi
5 Cara Seimbangkan Kondisi Lidah Agar Tetap Sehat di Usia 40-an
Perubahan Perilaku di Masa Pandemi Bisa Sulitkan Gaya Hidup Sehat Seseorang
Cara Meningkatkan Energi di Pagi Hari agar Semangat Jalani Rutinitas
3 Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Berolahraga Usai Sembuh dari Infeksi COVID-19
Kapan Seseorang Boleh Kembali Berolahraga Setelah Terinfeksi COVID-19?
5 Tips Hidup Sehat dan Bugar Sehari-Hari Ala Anak Kuliahan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami