Tujuan Investasi Jangka Panjang, Berikut Risikonya

Tujuan Investasi Jangka Panjang, Berikut Risikonya
Ilustrasi uang. ©shutterstock.com/Robbi
SUMUT | 21 September 2022 13:49 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Jika Anda telah berhasil mengelola keuangan dengan baik dan memiliki sisa uang yang cukup, ada baiknya untuk mulai mempertimbangkan investasi. Investasi merupakan secara tidak langsung dapat memberikan Anda rasa aman secara finansial. Dengan berinvestasi, uang yang telah Anda sisihkan dapat menjadi aset yang menghasilkan uang yang lebih banyak lagi di masa mendatang.

Namun, melakukan investasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Keuntungan besar dalam berinvestasi hanya dapat dilakukan jika Anda berani mengambil resiko yang besar pula. Salah satu jenis investasi adalah investasi jangka panjang. Investasi jangka panjang, sesuai namanya, berbeda dengan investasi jangka pendek yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasilnya.

Biasanya, investasi jangka panjang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari nilai belinya yang akan dicairkan atau dijual dalam waktu lebih dari 1 tahun sejak pembeliannya. Perbedaan investasi jangka panjang dan jangka pendek terletak pada tujuannya.

Tujuan investasi jangka panjang secara umum dilakukan untuk mendapatkan profit yang besar dari uang dingin dan paling tidak dalam waktu 1 tahun. Biasanya investasi tersebut berupa tanah, properti atau emas.

Namun, ada tujuan-tujuan lain dalam melakukan investasi jangka panjang. Dalam artikel ini, merdeka.com akan merangkum beberapa tujuan investasi jangka panjang:

2 dari 3 halaman

Tujuan Investasi Jangka Panjang

Melihat jangka waktu yang diperlukan dalam mengelola investasi jangka panjang, tentu investasi jenis ini memerlukan perencanaan jangka panjang pula. Dengan demikian, tujuan investasi jangka panjang biasanya berkaitan dengan rencana-rencana masa mendatang.

Memaksimalkan Pemasukan

Pemasukan keuangan akan lebih dapat dimaksimalkan apabila Anda menginvestasikan sebagian pemasukan tersebut. Berbeda dengan bunga yang didapatkan dari menabung, menginvestasikan uang Anda secara panjang akan lebih dapat dinikmati hasilnya.

Hal ini dikarenakan jika Anda menginvestasikan uang pada sektor-sektor yang tepat dan telah terhitung dengan baik, uang yang telah Anda investasikan berpotensi untuk menghasilkan berkali lipat. Investasi jangka panjang menjadi salah satu pilihan untuk membuat uang bekerja untuk kita.

Mencapai Kebebasan Finansial

Jika Anda telah memiliki penghasilan yang cukup di masa muda, ini adalah saat yang tepat untuk memulai investasi jangka panjang. Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat Anda memiliki cukup sisa uang untuk berinvestasi jangka panjang.

Umumnya, orang-orang muda yang telah memiliki penghasilan cukup akan mulai untuk memikirkan investasi jangka panjang. Mencapai kebebasan finansial (financial freedom) di masa muda menjadi salah satu tujuan investasi jangka panjang bagi sebagian besar orang.

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak

Biaya pendidikan anak yang semakin melambung menjadi salah satu tujuan untuk melakukan investasi jangka panjang. Umumnya, pasangan muda telah menyiapkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan biaya pendidikan anak.

Berinvestasi dengan motivasi ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan sekaligus akan membutuhkan perhitungan yang matang dalam berinvestasi.

Jaminan Masa Tua

Bagi orang yang tidak memiliki tunjangan pensiun di masa tua, investasi jangka panjang menjadi salah satu pilihan untuk menjamin kehidupan masa tua. Pada umur-umur yang sudah tidak lagi produktif, keamanan finansial menjadi ketakutan bagi sebagian orang. Sehingga memiliki jaminan di masa tua menjadi salah satu tujuan investasi jangka panjang. 

3 dari 3 halaman

Beberapa Resiko Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang memang akan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak dari investasi jangka pendek. Hal itu berarti resiko yang harus dihadapi sama besarnya. Investor harus lebih bersabar dan terus mengawasi perkembangan sektor investasinya. Hal ini dilakukan untuk dapat mengambil keputusan yang tepat pada saat dibutuhkan.

Beberapa resiko dalam investasi jangka panjang adalah:

  • Kenaikan suku bunga

Jika Anda menginvestasikan uang dalam saham atau obligasi, kenaikan suku bunga berpotensi besar untuk menurunkan harga saham dan obligasi.

  • Kondisi negara yang tidak stabil

Perang, konflik, atau perubahan besar dalam politik dapat berimbas kepada nilai aset yang anda investasikan. Kondisi ini akan memengaruhi sebagian besar jenis aset investasi.

  • Likuiditas

Beberapa aset yang tidak dapat likuid dalam waktu yang cepat karena perubahan trend dapat menjadi resiko yang harus dihadapi oleh investor

  • Inflasi

Melemahnya nilai mata uang yang disebabkan peredaran uang yang terlalu banyak akan menyebabkan pasar menjadi lesu. Apabila hal ini terjadi, uang yang telah Anda investasikan mungkin tidak dapat dicairkan dengan harga yang diharapkan atau bahkan mungkin akan kesulitan dalam menjualnya.

Jenis-jenis Aset Investasi Jangka Panjang

Meskipun investasi jangka panjang cenderung memiliki resiko yang tinggi, ada beberapa aset yang resikonya lebih rendah. Meski demikian, dengan resiko yang rendah, profit yang didapatkan pun tidak akan terlalu banyak meskipun dengan jumlah investasi yang besar.

Berikut beberapa jenis aset investasi jangka panjang:

  1. Deposito

Deposito merupakan salah satu cara investasi yang biasanya disediakan oleh bank. Resiko deposito tidak sebesar aset-aset yang lain. Hal ini disebabkan uang yang disimpan dalam deposito dijamin oleh bank. Meski demikian bukan berarti aset ini tanpa resiko sama sekali.

  1. Properti

Properti adalah aset paling umum untuk melakukan investasi jangka panjang. Dengan meningkatnya jumlah populasi, kebutuhan akan rumah akan membuat properti menjadi sangat dibutuhkan. Namun, diperlukan kejelian dan perhitungan yang baik untuk dapat melakukan investasi dalam sektor ini.

  1. Reksa Dana

Berbeda dengan deposito, reksa dana adalah sebuah mekanisme dimana uang yang kita simpan, akan dikelola untuk diinvestasikan dalam saham atau obligasi. Biasanya, reksa dana memiliki beberapa pilihan resiko sesuai dengan profil resiko yang dimiliki investor. Semakin tinggi resiko yang dipilih, semakin banyak pula keuntungannya.

  1. Cryptocurrency

Investasi jangka panjang yang saat ini tengah populer adalah cryptocurrency. Cryptocurrency merupakan sebuah sistem uang digital yang dapat ditukarkan dengan uang fiat selayaknya pertukaran valuta asing. Bedanya, cryptocurrency yang tidak dikendalikan oleh bank sentral memiliki resiko yang sangat tinggi. Anda harus jeli untuk mengetahui mana cryptocurrency yang lebih bertahan dan digunakan oleh banyak orang.

Demikian, ringkasan tujuan investasi jangka panjang berikut resikonya. Selalu rencanakan dengan baik investasi Anda terutama dalam melakukan investasi jangka panjang. Selamat berinvestasi.

(mdk/amd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini