10 Manfaat Cokelat Bagi Tubuh, Bantu Jaga Fungsi Kesehatan Otak

10 Manfaat Cokelat Bagi Tubuh, Bantu Jaga Fungsi Kesehatan Otak
Ilustrasi cokelat. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio
TRENDING | 28 Desember 2021 07:49 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Manfaat cokelat ternyata cukup baik bagi tubuh. Makanan ini merupakan salah satu camilan favorit semua kalangan di dunia. Cokelat terbuat dari biji kakao yang dipanggang, digiling, lalu dibentuk menjadi cair, pasta, atau balok. Selain sebagai camilan lezat, cokelat juga baik untuk kesehatan.

Cokelat hitam atau dark chocolate mengandung antioksidan, vitamin, serta mineral yang baik bagi tubuh. Namun, kini cokelat banyak diolah dengan penambahan gula, susu, dan lain sebagainya.

Alih-alih mendapatkan manfaat cokelat, konsumsi cokelat jenis ini justru berbahaya bagi kesehatan.

Untuk itu, jika ingin mendapatkan manfaat baik dari cokelat maka konsumsilan jenis cokelat hitam atau dark chocolate yang dibuat tanpa penambahan gula berlebih.

Lalu, apa saja manfaatnya bagi tubuh? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman Klikdokter dan berbagai sumber, Selasa (28/12/2021):

2 dari 6 halaman

Manfaat Cokelat Hitam

1. Kaya Mikronutrien

Cokelat hitam disebut mengandung beragam mikronutrien yang sangat berguna bagi tubuh. Dalam 100 gram cokelat hitam terdapat 11 gram serat, 12 mg zat besi, 230 mg magnesium, 2 mg mangan, 73 mg kalsium, dan asam amino esensial lainnya.

Selain itu, cokelat hitam juga menyimpan berbagai vitamin seperti, A,B1.B2,B3,B12, dan K. Hal itulah yang membuat cokelat bisa menjadi salah satu sumber mikronutrien yang baik untuk tubuh.

2. Tingkatkan Mood

Sudah bukan hal baru lagi jika cokelat memang dikenal dapat meningkatkan mood seseorang. Khasiat ini diperoleh dari beberapa kandungan cokelat yang memiliki efek antidepresan.

Komponen feniletilamin pada cokelat dikenal dapat meningkatkan mood seseorang. Selain itu, magnesium memiliki peran untuk menjaga keseimbangan mood agar tetap stabil.

3 dari 6 halaman

3. Memiliki Efek Stimulan bagi Tubuh

033 febrianti diah kusumaningrumboldsky.com

Kakao tanaman yang menjadi bahan baku pembuatan cokelat memiliki  beberapa komponen dengan efek stimulan pada tubuh, termasuk kafein, yang merupakan stimulan fisik, pencernaan, dan otak.

Cokelat juga mengandung teobromin, yaitu senyawa stimulan yang mirip dengan kafein, namun efeknya lebih lemah. Senyawa ini bersifat stimulan terhadap sistem saraf pusat sehingga mampu membuat Anda lebih waspada dan terjaga.

4. Menyimpan Antioksidan

Sama seperti beberapa makana lain, cokelat juga mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Bahkan, cokelat disebut menandung lebih banyak variasi antioksidan dibanding makanan lain.

Antioksidan yang terkandung dalam cokelat adalah polifenol, flavanol, katekin, dan sebagainya. Lantaran kandungan inilah, cokelat dapat melindungi sistem kardiovaskular tubuh dan mencegah kanker.

4 dari 6 halaman

5. Kontrol Tekanan Darah

Kandungan flavonoid dalam cokelat dapat menstimulasi endotelium, dinding arteri untuk memproduksi nitric oxide (NO).

Peran NO adalah mengirimkan sinyal agar terjadi relaksasi arteri sehingga menurunkan tekanan darah. Inilah alasan mengapa satu di antara manfaat cokelat berperan untuk mengontrol tekanan darah.

6. Meningkatkan HDL dan Menurunkan LDL

Karena memiliki kandungan antioksidan tinggi, cokelat seperti disebutkan bisa melinduni sistem kardiovaskular. Hal itu juga berlaku untuk membantu  meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL di dalam tubuh.

Kakao juga telah terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat atau LDL secara signifikan.
Hal tersebut terjadi karena kandungan cokelat, yaitu sterol dan flavanol, dapat masuk ke pembuluh darah dan melindungi lipoprotein dari kerusakan sel.

5 dari 6 halaman

7. Tingkatkan Kesehatan Jantung

Dengan menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik, secara langsung kakao (cokelat) berfungsi meningkatkan status kesehatan jantung seseorang. Pada efek jangka panjang, cokelat berpotensi menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

8. Tingkatkan Memori

ilustrasi cokelat©2013 Merdeka.com/Shutterstock/lithian

Kandungan kafein dan teobromin dalam cokelat mampu meningkatkan fungsi otak dalam jangka pendek. Selain itu, kandungan flavonoid yang tinggi pada cokelat juga bisa menignkatkan kognitif yang signifikan dengan meningkatkan peredaran darah ke otak.

Hal itulah yang membuat cokelat disebut bisa meningkatkan memori otak. Dalam sebuah studi, disebutkan juga bahwa konsumsi cokelat dapat memperbaiki  kerusakan yang terjadi pada penderita Alzheimer, walau efeknya tidak signifikan.

6 dari 6 halaman

9. Menghambat Penuaan

032 febrianti diah kusumaningrumShutterstock/joannawnuk

Tingginya kadar antioksidan yang dimiliki cokelat dapat membantu menghambat penuaan yang terjadi sejalan dengan usia. Penuaan ini bisa tampak dari luar (keriput dan kulit kendur) atau yang tidak tampak, seperti penuaan pada sel-sel tubuh.

Kandungan mangan yang tinggi dalam kakao juga berperan dalam produksi kolagen, yaitu protein yang dihasilkan agar menjaga kulit tampak muda dan sehat.

10. Bantu Turunkan Berat Badan

Cokelat hitam ternyata juga disebut bisa bantu turunkan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah sesuai takaran. enurut peneliti, cokelat dapat memicu pelepasan hormon yang mengontrol nafsu makan sehingga Anda lebih mudah untuk menurunkan berat badan.

Dalam pencernaan, cokelat dapat berperilaku seperti prebiotik, yaitu sejenis serat yang mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus. Makin banyak bakteri baik dalam tubuh, maka metabolisme dan penyerapan nutrisi akan meningkat.

Namun, perlu diingat untuk mengonsumsi cokelat secukupnya dan tidak berlebihan. Sebab, jika terlalu banyak mengonsumsi cokelat hal itu justru memberikan efek buruk bagi kesehatan.

Berapa Banyak Cokelat Hitam yang Aman Dikonsumsi?

Cokelat hitam dengan persentase pada kakao yang lebih tinggi biasanya mengandung lebih sedikit gula tapi lebih banyak lemak. Lebih banyak kakao berarti lebih banyak flavonoid, sehingga yang sebaiknya pilih cokelat hitam yang mengandung setidaknya 70 persen padatan kakao dan konsumsi 20-30 gram cokelat hitam per hari.

Karena tinggi lemak dan kalori, konsumsi cokelat secara rutin juga harus benar-benar diperhatikan jumlahnya. Sebab, jika dikonsumsi berlebihan cokelat juga bisa menimbulkan efek samping berupa peningkatan detak jantung, sering buang air kecil, sulit tidur, sembelit, hingga migrain karena kandungan kafein.

(mdk/khu)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami