ABK RI Sempat Bernasib Nahas di Kapal, China Komitmen Perbaiki Aturan

ABK RI Sempat Bernasib Nahas di Kapal, China Komitmen Perbaiki Aturan
157 ABK kapal ikan China dipulangkan ke Indonesia. ©Dok. Kementerian Luar Negeri
UANG | 17 Februari 2021 19:02 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Berbagai pihak meminta pemerintah Indonesia melakukan moratorium pengiriman pekerja Indonesia untuk menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal perikanan milik China. Hal ini menyusul nasib tragis ABK Indonesia yang diduga mengalami perlakuan buruk selama bekerja di atas laut.

Menanggapi itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo mengatakan Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan Pemerintah China untuk dilakukan berbagai perbaikan.

"Kami sedang melakukan negosiasi dengan China untuk melakukan perbaikan-perbaikan," kata Basilio dalam Konferensi Pers Virtual terkait Isu Perlindungan Pelaut, Jakarta, Rabu (17/2).

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melaporkan, Pemerintah China saat ini proaktif dan akan melakukan berbagai perbaikan. Sebagai negara dengan sistem pemerintahan terpusat, Basilio meyakinkan perbaikan dalam sistem kerja di atas kapal perikanan akan dilakukan.

"Komunikasi dengan China sangat bagus. Kami dapat laporan sangat bagus bahwa China mau proaktif dan akan ada perbaikan-perbaikan ke depan karena sistem pemerintahan China itu terpusat, jadi keputusan di pemerintahan pusat akan dijalankan ke bawah," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Tingkatkan Kualitas ABK...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami