Airlangga Sebut Inflasi akan Turun dalam 3 Bulan Lagi

Airlangga Sebut Inflasi akan Turun dalam 3 Bulan Lagi
Menko Airlangga. istimewa ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 4 Oktober 2022 14:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bukan hal yang baru jika inflasi akan naik usai adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Nantinya, inflasi akan kembali turun dalam 3-4 bulan kemudian.

"Kalau Inflasi kan memang pengalaman serial itu setiap kali ada kenaikan bbm pasti akan menaikan inflasi. Namun inflasi akan turun dalam 3-4 bulan ke depan. Itu Kita lihat saja serinya selalu demikian," kata dia saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/10).

Menurutnya, hal yang paling penting adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Ditambah lagi dengan adanya berbagai perbaikan indikator, seperti Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur. "Jadi pertumbuhan ekonomi lita perkirakan akan sedikit di atas 5,4 persen," ujarnya.

Dia mengungkap kalau PMI Manufaktur di September mencatatkan 53.7 poin. Angka ini setara dengan tertinggi di ASEAN bersama Thailand.

"Thailand Itu sekitar 55. Dan di negara G20 pertumbuhan ekonomi kita kan salah satu yang tertinggi, jadi itu membuktikan bahwa secara fundamental dan kita lebih baik," ungkapnya.

"Dan kemarin, dan juga Rilis sebelumnya dari mc kenzie kita adalah negara dengan inflasi, 5 negara inflasi terendah, jadi ini kelihatannya kita bisa pertahankan," tambah dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi September 2022 sebesar 1,17 persen, naik dibanding Agustus 2022 yang mengalami deflasi o,21 persen. Sementara itu, untuk inflasi tahun kalender 2022 yaitu untuk periode September 2022 terhadap Desember 2021 mencapai 4,48 persen.

"Inflasi yang terjadi di September 2022 yang sebesar 1,17 persen, merupakan inflasi tertinggi sejak Desember tahun 2014 di mana pada saat itu terjadi inflasi 2,46 persen sebagai akibat kenaikan harga BBM pada November 2014," tutur Kelapa BPS Margo Yuwono, Senin (3/10).

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Airlangga: Inflasi September 2022 Masih Cukup Terkendali
Jaga Inflasi, Pemprov Jabar Siapkan Anggaran Rp110 Miliar
Inflasi Tinggi, Ini Dampak yang Harus Dihadapi Indonesia
BI Gencarkan Pengendalian Inflasi di Daerah
Kenaikan Tarif Angkutan Umum Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di September 2022
Mendagri Tito Optimis RI Bisa Keluar dari Daftar 100 Negara Termiskin di Dunia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini