Bikin Utang Numpuk, Pinjaman Lunak IKM Dinilai Kurang Efektif

Bikin Utang Numpuk, Pinjaman Lunak IKM Dinilai Kurang Efektif
UANG | 6 April 2020 19:15 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pemberian pinjaman lunak bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), yang diperuntukkan membayar gaji pekerja yang dirumahkan akibat wabah corona. Meski demikian, langkah ini dinilai kurang efektif tekan dampak virus corona.

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengatakan, langkah ini hanya akan menambah utang IKM ke depannya. Terlebih lagi saat ini perekonomian tengah menurun sehingga berpengaruh pada pendapatan industri. Selain itu, kebijakan moneter membutuhkan waktu lebih panjang untuk diserap oleh pasar domestik.

"Karena aktivitas produksi banyak terhenti, maka situasi di pasar tidak memungkinkan. Itu juga sama dengan hutang walau untuk bayar gaji, tentu utang menumpuk berkelanjutan," kata Lukman saat dihubungi Merdeka.com, Senin (6/4).

Dia menjelaskan, pemerintah seharusnya lebih mengarah pada kebijakan fiskal karena dinilai lebih baik dalam meminimalisir kerugian yang dialami oleh pelaku usaha IKM. "Karena, kebijakan fiskal bersifat lebih mudah, untuk diserap pasar," lanjutnya.

Dia berharap pemerintah segera menemukan obat atau vaksin virus corona untuk mengurangi jumlah pasien positif. Hal ini juga bertujuan agar perekonomian dapat segera pulih.

"Karena tidak ada yang mengetahui kapan bencana ini (wabah corona), berakhir," terangnya.

1 dari 1 halaman

IKM Serap Banyak Tenaga Kerja

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, IKMA merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja. Total tenaga kerja IKMA di 2019 berada pada angka 10,8 juta orang dengan nilai produksi lebih dari Rp 1 triliun.

"Bunga yang ada di pinjaman lunak ini akan lebih rendah dari bunga KUR," kata Gati, Sabtu (4/4).

Menurutnya, sejak wabah virus covid-19 melanda Indonesia pada awal Maret 2020, rata-rata penjualan IKMA mengalami penurunan antara 50-70 persen. Oleh karena itu, Kemenperin juga mengambil langkah lainnya yang untuk meminimalisasi dampak terhadap IKMA yaitu bekerjasama dengan startup untuk membantu memasarkan produk-produk IKMA. Beberapa startup tersebut antara lain: Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Buka Lapak.

Dia menjelaskan, kendala lainnya yang sedang dihadapi oleh pelaku IKMA adalah sulitnya memperoleh bahan baku khususnya yang diimpor. Terkait dengan hal ini, Kemenperin akan bekerjasama dengan industri bahan baku dalam negeri supaya mereka memproduksi dan menyalurkan ke pelaku usaha IKMA.

Untuk mengurangi beban yang ditanggung oleh pelaku bisnis IKMA akibat wabah corona, dirinya mengklaim pemerintah telah memberikan kebijakan berupa penundaan pembayaran kredit. Sehingga, pelaku IKM tidak perlu khawatir terhadap pembayaran kredit. (mdk/azz)

Baca juga:
Industri Kecil Ikut Produksi Masker dan APD, Bantu Pemerintah Perangi Covid-19
Kemenperin Buat Aplikasi Angkutan Logistik Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Corona
Tangani Corona, Industri Otomotif Siap Produksi Alat Bantu Pernapasan
Kemenperin Usul Ada Pinjaman Bunga di Bawah KUR Bagi Industri Bayar Gaji Pegawai
Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemenperin Jaga Produktivitas Industri Mamin
Kebutuhan Meningkat, Produksi Industri APD Nasional Terus Digenjot

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami