BPJamsostek Permudah Pencairan Klaim JHT yang Melonjak Akibat PHK Imbas Corona

BPJamsostek Permudah Pencairan Klaim JHT yang Melonjak Akibat PHK Imbas Corona
UANG | 20 Mei 2020 17:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan kerja (PHK) diprediksi akan meningkat cukup signifikan. Peningkatan pekerja yang di-PHK tersebut secara tidak langsung berimbas pada melonjaknya jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Pelayanan Badan Penjamin Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Krishna Syarif, mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk mengantisipasi lonjakan klaim JHT dari PHK.

"Kami mengerti kondisi yang dihadapi teman-temen pekerja yang ter-PHK sebagai dampak pandemi Covid-19. Kami pastikan BPJamsostek tetap beroperasi normal melayani peserta, melalui metode Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik)," kata Khrishna dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/5).

Dia menyatakan pihaknya terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar Lapak Asik menjadi lebih baik lagi. "BPJamsostek juga telah melakukan simplifikasi prosedur Lapak Asik. Bentuk simplifikasi tersebut antara lain, verifikasi dengan videocall hanya dilakukan pada peserta yang datanya masih sangat diragukan," ujarnya.

Selain itu dalam upaya meningkatan kapasitas pelayanan di setiap Kantor Cabang, BPJamsostek telah menambah jumlah personel yang bertugas melakukan verifikasi berkas peserta, termasuk memobilisasi dari unit kerja non-pelayanan.

Krishna pun menjamin bahwa seluruh penyempurnaan proses Lapak Asik tersebut tetap mengedepankan kehati-hatian, keamanan data peserta, dan prinsip-prinsip good governance. BPJamsostek juga telah menyediakan fasilitas "Lapak Asik offline" di setiap kantor cabangnya, bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses Lapak Asik secara online.

1 dari 1 halaman

Minta Peserta Urus Pencairan dari Rumah dan Hindari Calo

urus pencairan dari rumah dan hindari calo

Meski demikian, Krishna tetap menimbau agar sebisa mungkin peserta melakukan seluruh proses klaimnya dari rumah, karena jauh lebih praktis dan terhindar dari risiko terpapar virus Covid-19.

Dengan disediakannya beberapa pelayanan yang disediakan oleh BPJamsostek, Khrishna mengimbau agar peserta klaim, tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga atau calo yang berpotensi mencuri data diri peserta.

"BPJamsostek juga telah mengantisipasi tindakan para calo yang telah mengambil hak antrean peserta pada prosedur Lapak Asik. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Rincian Pemangkasan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Agar Perusahaan Bisa Bayar THR
Pemerintah Pangkas Iuran Jamsostek 90 Persen Bantu Pengusaha Bayar THR Karyawan
400.000 Korban PHK Peserta BPJamsotek Bakal Terima BLT
Usai Pajak, Pemerintah Kaji Pembebasan Potongan BPJS di Gaji Pegawai
Pekerja Informal di Jawa Barat Masih Sedikit Tersentuh BPJamsostek
DJSN Soal Taspen Gabung ke BPJamsostek: Menurut UU BPJS Hanya Peleburan Program
BPJamsostek Klaim Tak Pernah Main Saham Gorengan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami