BUMN Pangan dan Pupuk Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

BUMN Pangan dan Pupuk Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
UANG | 25 Mei 2020 14:49 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Indonesia tengah berjuang keluar dari pandemi Virus Corona (Covid-19). Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari memberikan stimulus hingga memastikan pasokan bahan pangan.

Pengamat Ekonomi dan Agribisni, Tungkot Sipayung mengatakan, akibat pandemi ini, berbagai sektor ekonomi terpuruk. Untuk itu, demi memastikan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan pemulihan pasca pandemi cepat dilakukan, maka peran pemerintah sangatlah penting. Dia menyoroti peran pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan di tengah pandemi ini.

"Jika pangan terganggu, dengan cepat menular ke masalah sosial, ekonomi, keamanan dan politik. Dalam sejarah dunia, banyak rezim pemerintahan terpaksa berakhir karena dipicu krisis pangan," kata dia dalam sebuah tulisannya, Senin (25/5).

Dia mencontohkan, Amerika Serikat, Uni Eropa, China dan India. Kehadiran negara dalam membangun ketahanan pangan sangat penting. Keempat negara besar tersebut adalah negara yang memberi subsidi besar besaran untuk menjamin ketahanan pangan.

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan, sinergi antara BUMN pupuk dan pangan menjadi salah satu kunci. Sebut saja Petrokimia Gresik, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang Cikampek dan Pupuk Iskandar Muda, yang kini tergabung dalam holding Pupuk Indonesia.

Keberhasilan Indonesia berubah dari importir beras terbesar dunia awal Orde Baru menjadi swasembada beras tahun 1984, ikut dimotori pabrik pupuk BUMN tersebut.

"Peran penting BUMN Pupuk dalam membangun ketahanan pangan nasional memang sangat vital. Pertama, sebagai perancang dan produsen teknologi pupuk (embodied technology) untuk peningkatan produksi bahan pangan. Tanpa teknologi pupuk, produksi pangan tidak akan tercapai," tambahnya.

Sinergi BUMN

Teknologi pupuk harus diantar sampai ke tingkat petani di seluruh pelosok. Petani pangan di Indonesia pada kenyataannya bukan di sekitar perkotaan yang mudah dijangkau kendaraan. Petani pangan Indonesia berada di pelosok, di pinggiran, di pegunungan yang tidak dapat dijangkau mekanisme pasar yang ada.

Pemerintah harus memastikan teknologi pupuk tepat. Karena itu, tidak boleh terjadi lockdown karena peran ini tidak mungkin dapat diselesaikan oleh mekanisme pasar.

Pada masa pandemi covid-19 ini peran BUMN pupuk dirasa terlihat nyata. Tersedianya bahan pangan yang cukup dan dengan harga yang terjangkau sejak bulan Februari sampai akhir Mei ini dimungkinkan karena penyediaan pupuk khususnya sejak akhir tahun 2019.

"Tanpa terjaminnya pupuk secara 6-tepat di tingkat petani sejak musim tanam dan pemeliharaan pada akhir tahun 2019, mustahil masa panen bulan Februari- Mei 2020 produksi tercapai," kata dia.

Selama masa pandemik covid-19, sinergitas pangan dan pupuk telah terbukti mampu menjamin ketahanan pangan nasional.

"Maka pasca pandemi covid-19, BUMN pupuk dan sektor pangan selain pastikan ketahanan pangan, juga dapat menjadi bagian lokomotif pemulihan ekonomi nasional," ucap dia. (mdk/noe)

Baca juga:
Strategi Dompet Dhuafa Bangun Ketahanan Pangan Hadapi Pandemi Covi-19
Gara-gara BUMN Pangan, Dahlan Iskan Merasa Gagal Menjadi Menteri
Sumsel Klaim Stok Pangan Cukup 1 Tahun, Bahkan Mampu Penuhi Kebutuhan 5 Provinsi
Pemerintah Siapkan Rp538 M Dana Desa Cegah Krisis Pangan Imbas Corona
Distribusi Pupuk Dikebut guna Antisipasi Percepatan Musim Tanam

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5