'Cegah' Adhi Karya garap LRT, Ahok pilih patungan APBD dan APBN

UANG | 20 Agustus 2015 18:40 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok akan menggelar rapat dengan menteri-menteri ekonomi terkait pembangunan Light Rapit Transit (LRT). Ahok ngotot takkan menyerahkan pembangunan LRT pada PT Adhi karya.

Alasan, Adhi karya punya catatan buruk gagal membangun proyek monorail hingga akhirnya kini terbengkalai. Ahok lebih memilih pembangunan proyek ini menggunakan dana patungan dari Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat.

"Harus ada jaminan atas lahan Pemprov DKI yang digunakan untuk proyek LRT. Pokoknya prasarana (LRT) semua akan dibangun oleh APBD dan APBN," ujar Ahok saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8).

Jika Adhi karya ingin membangun LRT, Ahok mensyaratkan harus memiliki dana minimal 70 persen dari nilai proyek yang mencapai Rp 7 triliun. Ahok yakin Adhi karya tidak bisa memenuhi syarat yang diajukan. Karena itu Ahok memilih patungan dana pembangunan LRT dengan pemerintah pusat.

"Kenapa harus ribet, kenapa nggak bangun prasarana saja? APBN-APBD, kalau Adhi Karya mau masuk sebagai operator silakan lelang, lelang rolling stock-nya saja, mana ada sih perusahaan bisa bangun dan kuasai prasarana dan rolling stock? Tidak mungkin," kata dia.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan hampir 80 persen proyek LRT fokus pada infrastruktur jalur kereta. Dengan begitu, proyek LRT ini bukan proyek yang menguntungkan bagi Adhi Karya jika membangun proyek sendirian.

"LRT di Hong Kong bisa untung karena ada properti, pertanyaan saya Adhi Karya kuasai properti sepanjang jalan itu nggak? Nggak kan," ucapnya.

(mdk/noe)