Dahlan: Revolusi orange tanggalkan konsep perkebunan ala Belanda

Dahlan: Revolusi orange tanggalkan konsep perkebunan ala Belanda
ilustrasi perkebunan. shutterstock
EKONOMI | 20 November 2012 15:46 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebutkan, selama ini konsep perkebunan di Indonesia masih mengadopsi konsep Belanda yang orientasinya masih untuk konsumsi.

Dahlan mempunyai ide untuk mengubah orientasi tersebut. buah tropis Indonesia ditanam untuk orientasi ekspor, tidak hanya untuk konsumsi. Untuk mendukung revolusi orange, PTNP VIII menyediakan lahan sebanyak 3.000 hektar untuk ditanami durian, manggis, dan mangga yang hasilnya akan di ekspor ke China.

"Seluruh perkebunan kita konsepnya masih Belanda. Anda lihat saja perkebunan cokelat, teh. Sekarang zaman berubah dan belum ada kebun konsep untuk negara kecuali swasta. Jadi nanti revolusi orange khas merah putih untuk negara," tegas Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/10).

Dahlan mengaku, revolusi orange ini akan mulai dilakukan pada Februari tahun depan. Untuk tahap awal, lahan tersebut akan ditanami pepaya dan pisang karena menunggu musim hujan bulan Oktober untuk menanam durian dan manggis.

Sedangkan untuk mangga, Dahlan masih belum bisa memastikan. Alasannya, orang China kurang menyukai mangga hijau dari Indonesia. Pepaya dan pisang yang ditanam juga diorientasikan untuk ekspor.

"Kalau pisang kan berbuah bulan Agustus. Februari atau maret diadakan penanaman pepaya dan pisang di 3000 hektar. Bulan 10 menunggu menjelang hujan baru manggis dan durian. Sebetulnya revolusi orange itu kita akan mulai Februari 2013," tambahnya.

Dahlan menyebutkan untuk jenis durian yang akan ditanam adalah jenis monthong, petruk dan durian matahari. "Untuk jenis manggisnya saya lupa, dan ini orientasinya semua nya ekspor," ucapnya.

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami