Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam 2 Bulan Terakhir, Ini Pemicunya

Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam 2 Bulan Terakhir, Ini Pemicunya
Ilustrasi Migas. istimewa ©2019 Merdeka.com
EKONOMI | 30 Mei 2022 11:30 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Harga minyak mentah dunia naik ke level tertinggi dua bulan di perdagangan Asia pada Senin pagi. Kenaikan harga dipicu para pedagang menunggu untuk melihat apakah Uni Eropa akan mencapai kesepakatan melarang minyak Rusia menjelang pertemuan paket keenam sanksi terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Minyak mentah berjangka Brent naik 46 sen atau 0,4 persen, menjadi diperdagangkan di USD 119,89 per barel pada pukul 01.11 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 60 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di USD 115,67 per barel, memperpanjang kenaikan kuat dari minggu lalu.

Uni Eropa akan bertemu pada Senin dan Selasa untuk membahas paket sanksi keenam terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata tetangganya.

"Saya tidak berpikir akan berlebihan untuk berasumsi bahwa spekulan memposisikan diri untuk kenaikan pasar minyak pasca KTT Uni Eropa," kata Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes.

Larangan lebih lanjut pada minyak Rusia akan memperketat pasar minyak mentah yang sudah tegang di tengah meningkatnya permintaan bensin, solar dan bahan bakar jet menjelang puncak musim permintaan musim panas di Amerika Serikat dan Eropa.

Pemerintah Uni Eropa gagal menyepakati embargo minyak Rusia pada Minggu (29/5), tetapi akan melanjutkan pembicaraan tentang kesepakatan untuk melarang pengiriman minyak Rusia melalui laut sambil mengizinkan pengiriman melalui pipa, menjelang KTT pada Senin sore, kata para pejabat.

Jika disetujui, kesepakatan akan memungkinkan Hongaria, Slovakia dan Ceko untuk terus menerima minyak Rusia mereka melalui pipa Druzhba untuk beberapa waktu sampai pasokan alternatif dapat diatur.

2 dari 2 halaman

OPEC Tolak Tambah Produksi

Menggarisbawahi ketatnya pasar, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, bersama-sama disebut OPEC+, akan menolak seruan Barat untuk mempercepat penambahan produksi minyak mereka ketika mereka bertemu pada Kamis (2/6). Mereka akan tetap pada rencana mereka untuk menambah 432.000 barel per hari pada Juli, enam sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

Pasar minyak juga gelisah setelah Iran pada Jumat (27/5) mengatakan angkatan lautnya telah menangkap dua kapal tanker minyak Yunani sebagai pembalasan atas penyitaan minyak Iran oleh Amerika Serikat atas sebuah kapal tanker yang ditahan di lepas pantai Yunani.

"Ini meningkatkan momok gangguan lebih lanjut terhadap aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang membawa sepertiga perdagangan dunia," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

Harga minyak juga didukung oleh penurunan dolar AS karena investor mengurangi ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS yang agresif dan karena kekhawatiran tentang resesi global mereda. Dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi importir yang memegang mata uang lain. (mdk/idr)

Baca juga:
Harga Minyak Dunia Meroket & Sentuh Level Tertinggi Dua Bulan Terakhir, Ini Pemicunya
Waspada, Dunia Terancam Alami Krisis Pasokan Minyak
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dipicu Tingginya Permintaan Amerika Serikat
Harga Energi Dunia Melonjak, Keuangan Pertamina & PLN Terancam Jebol
Harga Komoditas Bertahan Mahal, Minyak Mentah Indonesia Dibanderol USD 102,5/Barel
Plus Minus Dampak Kenaikan Harga Komoditas Dunia pada Indonesia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini