IMF Prediksi Modal Keluar dari RI Tak Signifikan Selama Tapering AS

IMF Prediksi Modal Keluar dari RI Tak Signifikan Selama Tapering AS
IMF. africanliberty.org
EKONOMI | 26 Januari 2022 20:12 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, arus modal asing yang keluar dari Indonesia tak akan signifikan selama Bank Sentral AS (The Fed) melakukan pengetatan alias tapering, terutama karena transaksi berjalan yang kuat.

Indonesia Mission Chief Asia and Pacific Department IMF, Cheng Hoon Lim meminta adanya penyesuaian kebijakan moneter yang teratur untuk Bank Indonesia (BI).

"Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk secara bertahap menormalkan kebijakannya dan menyesuaikan sikap moneternya seperti The Fed, dan jika Fed melakukan pengetatan," ucap Lim dikutip Antara, Rabu (26/1).

BI sebenarnya sudah mulai menyerap kelebihan likuiditas dari sistem keuangan, baru-baru ini bank sentral mengumumkan akan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan dalam tiga tahap agar kembali ke level sebelum pandemi pada akhir tahun ini. Hal tersebut merupakan langkah pertama menuju normalisasi sistem perbankan Indonesia untuk mengantisipasi pengetatan The Fed.

"Jadi ketika saatnya tiba, akan berada dalam posisi yang baik untuk dapat merespons tanpa harus berurusan dengan kelebihan likuiditas di sistem perbankan," imbuhnya.

Jika memang nantinya akan terjadi dampak yang merugikan dari pengetatan Fed maupun bank sentral lainnya, ia menilai BI bisa memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk menghemat ruang kebijakan moneter sebagai garis pertahanan pertama.

Penghematan ruang kebijakan moneter yang dimaksud adalah membiarkan nilai tukar rupiah menyerap guncangan yang ada terlebih dahulu. Selanjutnya saat situasi sudah bisa diperkirakan dengan baik dan memang dibutuhkan, barulah BI bisa merespons dengan kebijakan moneter. (mdk/azz)

Baca juga:
Rupiah Melemah ke Level Rp14.350 Jelang Rapat Bank Sentral AS
Gubernur BI Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga 4 Kali di 2022
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.304/USD Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Global Anjlok Dipicu Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed
Rupiah Melemah ke Rp14.391 per USD, Dipicu Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Rupiah Melemah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami