INFOGRAFIS: Harga Telur Ayam, Pecah!

INFOGRAFIS: Harga Telur Ayam, Pecah!
Infografis harga telur. ©2022 Merdeka.com/Grafis : Amar Choiruddin
EKONOMI | 26 Agustus 2022 17:19 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Harga telur ayam mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada Rabu (24/8) harga telur ayam ras seluruh provinsi Indonesia naik menjadi Rp31.000 per kg atau naik sekitar 0,49 persen. Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta harga telur ayam ras naik sekitar 1,62 persen atau Rp31.350 per kg.

Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri, mengatakan harga telur saat ini merupakan harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir.

"Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir kementerian perdagangan bekerja," kata Ketua Umum DPP Ikappi Abdul Mansuri kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (23/8).

Pihaknya meminta kepada Kementerian Perdagangan untuk mengumpulkan peternak-peternak besar atau petelur-petelur besar dalam rangka mencari solusi dan langkah apa yang harus dilakukan ke depan bukan justru menyampaikan bahwa supply berlebih dan kita tidak boleh ribut.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan segera melakukan pertemuan dengan pelaku usaha pada tingkat peternakan petelur ‘day old chicken’ (DOC) untuk menstabilkan harga telur.

"Mudah-mudahan tiga minggu sampai satu bulan mendatang sudah mulai turun lagi tapi dengan harga yang wajar. Konsumen beli tidak berat tapi peternaknya tidak rugi," kata Mendag Zulkifli Hasan. (mdk/lia)

Baca juga:
Jagung Pakan Ternak Masih Impor Jadi Biang Kerok Mahalnya Harga Telur Ayam
Siasati Kenaikan Harga Telur Ayam, Peternak di Cianjur Buat Pakan Ternak Sendiri
Dituding Mendag, Mensos Risma Ogah Disalahkan atas Naiknya Harga Telur
Pasokan Telur di Jakarta Diklaim Tak Alami Kendala
Harga Telur Ayam Ditargetkan Turun di Akhir September
Ini Biang Kerok Buat Harga Telur Ayam Melejit

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini