Kemenhub Ingin Tak Ada Perbedaan Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek

UANG | 20 November 2019 12:36 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mengusulkan tidak ada perbedaan antara tarif tol Jakarta-Cikampek baik yang eksisting maupun layang. Saat ini, penentuan tarif masih digodok di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Jasa Marga sebagai operator.

"Kami usulkan pentarifan jangan antara yang bawah dan atas, mungkin rata-rata. Jangan yang atas ada tarif sendiri, yang bawah sendiri," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (20/11).

Selain itu, Budi juga mengusulkan ada gerbang tol di Jalan Tol Jakarta-Cikampek layang. "Yang bawah kan ada gerbang tol, tapi yang atas tidak ada. Mungkin Jasa Marga akan siapkan jadi satu atas bawah," katanya.

Pernyataan tersebut menyusul sudah bisa dioperasikannya Tol Jakarta-Cikampek layang untuk masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2020.

"Jalan Tol elevated (layang) udah bisa dipakai, bukan fungsional lagi tapi operasional,' katanya.

Sementara itu, terkait mekanisme operasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek itu sendiri, Budi masih menunggu pihak Kementerian PUPR dan Jasa Marga. "Apakah mobil besar di bawah, mobil kecil di atas kami tidak tahu pengaturannya," katanya.

1 dari 1 halaman

Beroperasi Akhir November

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, Tol Japek II akan segera dioperasikan akhir November atau awal Desember 2019. Dengan begitu, diharapkan tol ini bisa digunakan saat mudik Natal dan Tahun Baru mendatang.

Sementara mengenai skema tarif sendiri tengah dibahas dan disesuaikan dengan tarif pada ruas tol eksisting atau dilakukan rebalancing.

"Masih kami bahas terus dengan Ditjen Bina Marga dan PT. Jasa Marga, mudah-mudahan dapat disepakati skemanya sebelum Natal," kata Danang, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Minggu (3/11).

Adanya Tol Layang Japek II akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada dibawahnya serta memisahkan antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh terutama golongan I dan II menggunakan Tol Layang Japek II. (mdk/azz)

Baca juga:
Tol Yogyakarta-Solo Telan Biaya Rp25 T, Target Mulai Dibangun 2021
Perubahan Tarif Tol Makassar Berlaku Mulai 22 November 2019
Melihat Taman Betawi di Kolong Tol Joglo
Tol Balikpapan-Samarinda Ditarget Berfungsi Operasional Saat Libur Natal
Diresmikan Jokowi, Lampung-Palembang Bisa Ditempuh Selama 3 Jam
Diresmikan Besok oleh Presiden Jokowi, Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung Digratiskan