Lakukan Inovasi, Produsen Farmasi Harap Pemerintah Beri Insentif Pajak

UANG | 2 Juli 2019 14:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Produsen obat dan farmasi di dalam negeri berharap pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan pajak bagi industri farmasi. Hal ini guna mendukung pengembangan industri tersebut.

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Krestijanto Pandji mengatakan, selama ini industri obat dan farmasi masih belum merasakan insentif paja‎k dari pemerintah, termasuk untuk pengembangan dan inovasi produk-produknya.

"Harapannya ada tax insentif. (Selama ini belum ada insentif?) Belum. Selama ini kita sisihkan 5 persen dari pendapatan untuk kembangkan produk, meski belum ada insentif pajak untuk R&D (research and development," ujar dia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (2/7).

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, sebenarnya sektor industri termasuk industri farmasi bisa mendapatkan insentif pajak berupa tax holiday jika dia melakukan investasi atau ekspansi pabriknya di dalam negeri.

"Pak Menteri Perindustrian selalu mendorong industri ini karena masuk dalam lima industri prioritas. Sudah ada tax holiday yang bisa dimanfaatkan oleh industri, termasuk untuk industri farmasi," jelas dia.

Sementara dalam rangka penelitian dan pengembangan (R&D), lanjut Sigit, pemerintah saat ini tengah menggodok kebijakan insentif pajak terbaru yaitu super deductible tax berupa pengurangan pajak hingga 200 persen.

"Kita sedang bicarakan terkait insentif dengan Kementerian Keuangan. ‎Kita juga siapkan super deductible tax untuk semua industri yang lakukan R&D, yaitu insentif pajak hingga 200 persen," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Laba Meningkat di 2018, Kimia Farma Sebar Deviden Rp 83,8 Miliar
Saham Phapros Dinilai Bakal Meningkat Setelah Diakuisisi Kimia Farma
Kemenperin Target Pertumbuhan Konsumsi Kaca Industri Farmasi Capai 5 Persen
Airlangga Resmikan Pengoperasian Mesin Baru Industri Kaca Farmasi
Pabrik Senilai Rp 1,6 Triliun di Cimanggis Jadi Pusat Produksi Bayer
Usai Akuisisi Phapros, Kimia Farma Lakukan Right Issue

(mdk/azz)