LPEI tingkatkan ekspor dengan merambah pasar prospektif

UANG | 27 Oktober 2018 17:55 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pemerintah melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi dengan pasar prospektif. Hal ini sebagai salah satu langkah konkret untuk meningkatkan perekonomian melalui investasi dan ekspor. Cara yang ditempuh pemerintah adalah dengan mengembangkan hubungan perdagangan, terutama terkait ekspor dan kebijakan outbond investment dengan para calon mitra dagang.

Beberapa di antaranya adalah Mozambique, Nigeria, Niger, Mali, Ethiopia, Senegal, Djibouti, Kamerun, Angola, Tanzania, Cote d'lvoire, Gabon, Zambia, Zimbabwe, Namibia, Kongo, Bangladesh, Srilanka, dan Timor Leste.

Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly, mengatakan bahwa LPEI memiliki tujuan untuk mendorong para eksportir dalam meningkatkan ekspor, tidak hanya ke pasar tradisional namun juga ke negara prospektif. Pasar prospektif yang saat ini ditargetkan adalah Afrika dan Asia Selatan.

"Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor disamping Tiongkok dan Amerika Serikat yang selama ini mendominasi negara tujuan ekspor dari Indonesia," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/10).

Indonesia banyak mengekspor komoditas batubara ke Tiongkok dan tekstil ke Amerika Serikat. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar. Pada periode Januari-September 2018, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai USD 18,5 miliar atau berkontribusi sebesar 15,14 persen dari total ekspor nonmigas. Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok adalah batubara, lignit, dan minyak kelapa sawit.

Amerika Serikat (AS) menempati negara kedua tujuan ekspor terbesar Indonesia. Pada periode Januari-September 2018, nilai ekspor nonmigas ke AS sebesar USD 13,2 miliar atau menyumbang 10,79 persen total ekspor nonmigas Indonesia, diikuti Jepang dengan nilai ekspor USD 12,5 miliar pada periode yang sama atau berkontribusi 10,23 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Untuk mendukung perluasan pasar tersebut, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank siap dengan skema serta fasilitas yang dimiliki. LPEI ikut berperan dalam menjadikan eksportir Indonesia sebagai pelaku usaha yang mampu bersaing di tataran global, karena dapat menghasilkan produk dan jasa ekspor yang berkelas dunia.

Tujuan dari pembiayaan ekspor nasional adalah untuk mempercepat laju pertumbuhan perdagangan luar negeri di Indonesia, meningkatkan daya saing pelaku usaha berorientasi ekspor, serta menunjang kebijakan Pemerintah dalam rangka mendorong program ekspor nasional.

Dalam rangka mendorong industri Indonesia untuk masuk ke negara pasar prospektif, LPEI telah menandatangani dua perjanjian, yaitu Framework Agreement antara LPEI dengan PT WIKA (Persero) dan Pembiayaan antara LPEI dengan PT Gema Ista Raya. (mdk/azz)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.