Menko Luhut: Vaksinasi Syarat Ubah Pandemi Menjadi Endemi

Menko Luhut: Vaksinasi Syarat Ubah Pandemi Menjadi Endemi
Badut antar jemput warga untuk vaksin Covid-19. ©Liputan6.com/Angga Yuniar
EKONOMI | 20 September 2021 18:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, vaksinasi merupakan syarat utama untuk melakukan proses transisi dari pandemi menjadi endemi. Maka dari itu, pemerintah berupaya terus mendorong tingkat vaksinasi Covid-19.

"Berkaca dari pengalaman negara lainnya, vaksinasi menjadi syarat perlu untuk proses transisi dari pandemi menjadi endemic," kata Menko Luhut dalam Konferensi Pers PPKM, Senin (20/9).

Menurutnya, pencapaian target vaksinasi sangat penting. Mengingat vaksin sudah terbukti melindungi dari sakit parah yang membutuhkan perawatan Rumah Sakit atau kematian terutama untuk para lansia.

"Namun kinerja beberapa Kabupaten/Kota masih perlu dikejar untuk mencapai target 70 persen Dosis 1 dan terutama 60 persen dosis 1 Lansia. Kami akan bekerja dengan keras untuk mencapai target tersebut," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Target Kasus Baru di 3.000an

baru di 3000an rev1

Menko Luhut menyampaikan berdasarkan salah satu studi di scientific report berjudul 'Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases', kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah).

Dalam studi tersebut, jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari atau dalam kasus Indonesia di sekitar 2.700 atau 3.000an kasus.

"Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah 3T, 3M, serta Penggunaan Peduli Lindungi," imbuhnya.

Adapun dalam pelaksanaan PPKM, meski jumlah kasus sudah turun signifikan, tetapi jumlah testing akan terus ditingkatkan. Sehingga Positivity Rate mampu diturunkan hingga di Bawah Standar WHO sebesar 5 persen.

"Saat ini angka positivity rate Indonesia berada di bawah 2 persen. Hal ini lagi-lagi mengindikasikan penanganan Pandemi yang sudah berjalan baik dan sesuai acuan," katanya.

Selain itu jumlah yang ditracing dari hari ke hari juga terus meningkat. Saat ini proporsi kabupaten kota di Jawa Bali dengan tingkat tracing di bawah 5 hanya sebesar 36 persen dari total.

"Ke depan, testing, tracing, dikombinasikan dengan isolasi terpusat menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi secara dini potensi penyebaran kasus Covid-19," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Pemerintah Izinkan Ada Penonton di Pertandingan PON XX Papua, Wajib Sudah Vaksin
Presiden Jokowi Perintahkan Stok Vaksin Covid-19 Segera Dihabiskan
Menkominfo: Ajak Orang Tua untuk Vaksinasi Tanggung Jawab Kita Semua
Vaksin Aman, Pemerintah Imbau Keluarga Ajak Lansia untuk Vaksinasi Covid-19
Airlangga Soal Bank Dunia Puji Pencapaian Vaksinasi RI: Berkat Kerja Sama Semua Pihak
Data Terkini Vaksinasi Dosis 1 dan 2 di Indonesia 20 September 2021
Teknologi Biometric Permudah Distribusi Vaksin untuk Penyandang Disabilitas

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami