Pemerintah Diminta Beli Minyak Murah Rusia Cegah Harga BBM Subsidi Naik

Pemerintah Diminta Beli Minyak Murah Rusia Cegah Harga BBM Subsidi Naik
Pertalite. ©2015 Merdeka.com
EKONOMI | 24 Agustus 2022 13:36 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Anggota Komisi VII DPR RI asal Fraksi PKB, Syaikhul Islam meminta, pemerintah berani membeli minyak asal Rusia demi menjaga harga BBM subsidi di Tanah Air. Menyusul, tawaran harga minyak mentah dari Rusia lebih murah 30 persen dibandingkan harga pasar.

"Terkait dengan penawaran impor crude dari Rusia lebih murah 30 persen, kita ndak ambil alangkah gobloknya kita. Dengan crude murah tidak ada kenaikan BBM (subsidi). Malah turun kalau perlu harganya kan gitu," tegasnya dalam rapat kerja bersama Menteri ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (24/8).

Dia menyampaikan, penawaran harga minyak murah dari Rusia ini harus dimanfaatkan betul. Sebab, pemerintah tidak perlu untuk melakukan penyesuaian harga BBM subsidi yang justru akan memicu inflasi.

"Ini penting demi kemaslahatan rakyat," tekannya.

Lanjutnya, banyak negara Eropa sebagai sekutu Amerika Serikat juga tetap mengimpor minyak asal Rusia. Mengingat, harga yang lebih murah daripada pasaran.

"Goblok kalau takut impor minyak mentah dari Rusia. Karena sekutu Amerika (AS) yang dari Eropa itu tetap impor energi dari Rusia," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Rusia Tawarkan Minyak Murah ke Indonesia

minyak murah ke indonesia

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Rusia menawarkan kepada Indonesia harga minyak 30 persen lebih murah dibanding harga pasar Internasional. Lantaran, sebelumnya India sudah lebih dulu membeli minyak dari Rusia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat ingin mengambil tawaran tersebut. Namun, ada beberapa pihak yang tidak setuju karena khawatir ada embargo dari Amerika Serikat.

"Pak Jokowi pikirnya sama, ambil. Tapi ada yang tak setuju karena takut. Wah, nanti gimana diembargo sama Amerika? Ya biarin saja lah. Kalau kita diembargo paling kita tak bisa makan McDonald's kan, makan Baba Rafi lah, dan kadang-kadang apa yang kita lihat, itu sangat berbeda dari perspektif mungkin geopolitik, mungkin dari segi makroekonomi," kata Sandiaga dikutip melalui akun TikTok-nya @sandiagauno.official, Minggu (21/8).

Menurutnya, memang itu kondisi dilema dan menantang bagi Indonesia. Sebab, Negara Barat itu memiliki kekuatan besar dalam mengatur teknologi dan pembayaran.

(mdk/bim)

Baca juga:
Sri Mulyani: Subsidi 2022 Rp502 T Tak Cukup Jika Harga Minyak Dunia Terus Tinggi
Takut Diembargo AS Jika Beli Minyak Rusia, Sandi: Biarin Paling Tak Bisa Makan McD
Fakta Mengejutkan di Balik Perang Rusia dan Ukraina Tak Kunjung Berakhir
Rusia Sempat Tawarkan Minyak Murah ke Indonesia, Ini Respons Jokowi
Lengkap, Ini Asumsi Makro RAPBN 2023 dari Pertumbuhan Ekonomi sampai Harga Minyak
Jika Kondisi ini Terjadi, Pemerintah Bakal Naikkan Harga BBM
Anggota DPR: Keuangan Pertamina Bisa Kolaps Jika Tak Diselamatkan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini