Permudah Warga Asing Miliki Properti, Pemerintah Jokowi Ajukan Revisi Undang-undang

UANG | 10 Juli 2019 12:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia mengizinkan warga negara asing (WNA) memiliki properti untuk kebutuhan mereka. Namun, regulasi yang diatur dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria (UUPA) tersebut dinilai masih terlalu rumit. UUPA juga tidak ramah investasi.

Oleh karenanya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) mengambil langkah untuk menyempurnakan UUPA agar dapat menggairahkan sektor properti Indonesia. Kepala Bagian Biro Hukum dan Humas Kementerian ATR/BPN, Yagus Suyadi, menyatakan revisi UUPA sedang diproses di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Sekarang sedang disempurnakan di DPR, kami harapkan bisa rampung segera. Ada beberapa poin yang mendapat kelonggaran supaya WNA dapat dengan mudah memiliki properti," ungkap Yagus di Jakarta, Rabu (10/7).

Sebelumnya, dalam Peraturan Pemerintah No. 103 tahun 2015, WNA sebenarnya sudah mendapat kelonggaran kepemilikan properti. WNA tidak wajib memiliki KITAS, cukup dengan memegang visa kunjungan saja. Waktu sewanya bisa mencapai 80 tahun dengan skema 30+20+30.

Poin yang ingin diubah utamanya adalah waktu sewa. Skema waktu sewa saat ini dinilai bisa menurunkan minat WNA dalam memiliki properti, karena mereka harus melakukan perpanjangan sewa tiap 30, 20 dan 30 tahun ke depan. Mereka akan dihadapi dengan ketidakpastian diterima atau tidaknya permohonan perpanjangan sewa, biaya dan lainnya.

Nantinya, setelah RUU selesai, WNA diharapkan bisa langsung mendapat 50 tahun di kali pertama mereka menyewa properti, tentu dengan beragam syarat yang harus dipenuhi para pengembang. RUU ini diharapkan selesai dengan sempurna agar tidak menimbulkan kerancuan lagi.

Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bank BTN Gandeng PP Properti Tawarkan Bunga KPR 5 Persen
Kepercayaan Industri Melonjak, Pasar Properti Australia Kembali Bergairah
Tanggapan Pengusaha Properti soal Kelanjutan Pembangunan Pulau Reklamasi
Resmi IPO, Saham Bima Sakti Pertiwi Kena Auto Rejection
DIRE Simas Plaza Indonesia Tawarkan Imbal Hasil 8 Persen per Tahun
BPKN Terima 400 Pengaduan Hingga Juni 2019, Terbanyak Soal Perumahan
Bintaro Jaya Gandeng Grab Hadirkan Layanan Sekuter Listrik

(mdk/bim)