Rekrutmen Tak Terkonsolidasi Jadi Alasan Pemerintah Hapus Tenaga Honorer Mulai 2023

Rekrutmen Tak Terkonsolidasi Jadi Alasan Pemerintah Hapus Tenaga Honorer Mulai 2023
Tes CPNS. ©2017 Merdeka.com/Kirom
EKONOMI | 24 Januari 2022 15:31 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pemerintah berencana menghapuskan tenaga honorer mulai 2023 mendatang. Penghapusan dilakukan agar rekrutmen pegawai pemerintah dilakukan satu pintu melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Dengan demikian, rekrutmen ASN lebih terstruktur dengan baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPan-RB, Mohammad Averrouce mengatakan, selama ini rekrutmen honorer tidak terkonsolidasi. Artinya, perekrutan bukan berdasarkan skill atau kemampuan, dan juga tidak melewati sistem yang ada.

"Kita ingin dorong bahwa, pejabat bina kepegawaian, di mana pun berada termasuk unit-unitnya itu terkonsolidasi ke sistem kami (CAT). Jangan sampai angkat-angkat saja," katanya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (24/1).

Averrouce mengatakan, penghapusan tenaga honorer diharapkan bisa mendorong daerah agar memperhitungkan berapa jumlah kebutuhan pegawai sebelum mengumumkan adanya rekrutmen. Selain itu, jumlah pasti ASN juga bisa masuk ke sistem informasi pemerintah.

"Siapapun yang pokoknya tidak masuk ke sistem kita dipanggil honorer, outsourcing lah, pegawai lepas lah, tenaga kebersihan itu honorer. Padahal sebetulnya secara legalitas formal itu sudah tidak ada sebutan itu (honorer) di PP 56/2012 bahkan UU ASN juga tidak sama sekali menyebutkan itu (honorer)," katanya.

Pemerintah berharap ke depan, hanya akan ada dua jenis pegawai pemerintah yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bagi honorer yang ingin masuk kepada dua wadah tersebut diwajibkan mengikuti proses seleksi yang ada.

"Dia bisa mengikuti apapun. Bisa dibuka ruangnya jadi. Bisa ikut CPNS, bisa PPPK. Mungkin akan lebih terbuka mengikuti PPPK, karena memang kalau di CPNS kan lebih misalnya umur dibatasi. Kalau PPPK kan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan spesifik spesialisasinya bahkan bisa sampai 2 tahun sebelum pensiun di jabatan fungsionalnya," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Fakta Penting Seputar Tenaga Honorer Dihilangkan Mulai 2023
Intip Besaran Gaji Outsourcing yang Akan Gantikan Tenaga Honorer
Ini Alasan Pemerintah Hapus Tenaga Honorer di 2023
Akan Dihapus Tahun Depan, Begini Nasib Tenaga Honorer
Fakta Seputar Penerimaan CPNS dan PPPK 2022

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami