Sejak April, Rata-Rata 4 Toko Anggota Aprindo Tutup Tiap Harinya Terdampak Pandemi

Sejak April, Rata-Rata 4 Toko Anggota Aprindo Tutup Tiap Harinya Terdampak Pandemi
Pasar Cipulir sepi akibat PPKM darurat. ©Liputan6.com/Johan Tallo
EKONOMI | 31 Juli 2021 12:50 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mande menyebut, dari bulan April hingga Juli 2021, ada 2.040 ritel yang sudah tutup akibat pandemi Covid-19. Artinya, ada 4 toko yang tutup setiap harinya.

"Kami mencatat sepanjang dari bulan April sampai bulan Juli ini ada 2.040 anggota ritel modern Aprindo sudah menutup gerainya, artinya ada sekitar 4 toko setiap hari yang tutup," katanya dalam diskusi Ekonomi Politik Pandemi, Sabtu (30/7).

Roy mengatakan, angka itu belum termasuk toko-toko kelontong di luar anggota Aprindo. Belum lagi, toko ritel makanan dan minuman di pinggir jalan ramai lainnya.

"Kalau kita kombinasikan totalnya sekitar 2.040, ini belum termasuk toko toko kelontong yang di ruko, yang memang bukan anggota kami, kemudian toko P&D dan lain sebagainya," ucapnya.

Selain itu, gerai-gerai di daerah juga sudah tutup karena pandemi. Roy bilang, para pedagang hanya menghitung hari untuk dapat tetap beroperasional.

"Kemudian yang ada di daerah tentunya bukan hanya di pusat provinsi saja, ini belum termasuk itu, artinya kita menghitung hari sama seperti PPKM darurat selalu yang kita hitung sekarang berapa hari lagi selesai, nah ini kita juga menghitung hari untuk bagaimana dapat tetap beroperasional," tandasnya.

Baca Selanjutnya: PPKM Datang Omzet Hilang...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami