Taspen Bentuk Unit Investasi Syariah di Semester I-2020

UANG | 27 Januari 2020 21:33 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Utama PT Taspen, Antonius NS Kosasih mengatakan, pihaknya akan membentuk unit investasi syariah pada semester I-2020. Pembentukan tersebut dengan melihat besarnya peluang pasar di Indonesia, di mana 90 persen penduduk Indonesia beragama islam.

"Kita harapkan di semester I ini kita launching. Tujuan kita terutama 3 hal. Pertama, kita sadar betul dan paham bahwa mayoritas penduduk Indonesia lebih dari 90 persen itu umat muslim. Kita ingin memberikan opsi investasi yang lebih syariah," ujarnya di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (27/1).

Kedua, saat ini sudah ada beberapa kota nasabah Taspen yang telah menerapkan sistem keuangan berbasis syariah. Adapun dua kota tersebut antara lain Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau kita lihat, Aceh dan NTB sudah menerapkan sistem keuangan syariah. Nah berkaca dari sana, jangan sampai orang mikir saya nggak bisa terima uang pensiunan karena tidak syariah. Oleh karena itu kita mau supaya itu bisa diakomodir," paparnya.

Ketiga, investasi syariah cocok untuk investasi jangka panjang dan tidak mudah goyah. Meski demikian, imbal hasil yang diperoleh tidak sebesar investasi pada umumnya atau konvensional.

"Kalau melonjak tidak setinggi (investasi) yang bukan syariah. Tapi kalau pun dia turun tidak sedalam non-syariah. Jadi lebih stabil untuk main jangka panjang dan lebih bagus kalau syariah," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Dalam Satu Tahun Aset Taspen Naik Rp31,38 Triliun

PT Taspen (Persero) membukukan aset sebesar Rp263,25 triliun pada 2019. Angka tersebut naik sekitar Rp31,38 triliun atau 13,53 persen secara year on year (yoy) dibanding 2018 sebesar Rp231,87 triliun.

"Kita kelola uang sampai hari Rp263 triliun termasuk aset, gedung dan sebagainya," Direktur Utama PT Taspen, Antonius N.S Kosasih di Gedung Taspen, Jakarta Pusat, Senin (27/1).

Dari sisi ekuitas juga terjadi pertumbuhan sebesar Rp1,7 triliun sepanjang 2019. Di mana Taspen membukukan ekuitas sebesar Rp11,4 triliun atau meningkat 17,52 persen (year on year) dibandingkan 2018 sebesar Rp9,7 triliun.

Sementara itu, total liabilitas pada tahun 2019 tercatat Rp251,84 triliun, yang sebagian besar terdiri atas dana akumulasi yaitu iuran Pensiun PNS Rp151,40 triliun serta liabilitas kepada Peserta dan Cadangan Teknis sebesar Rp99,48 triliun.

Kenaikan Cadangan Teknis yang ditetapkan oleh direksi menunjukkan prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance yang sangat ketat diterapkan untuk menjaga keamanan pengelolaan dan kesejahteraan peserta.

Di 2018 angka Liabilitas kepada peserta dan cadangan teknis yang dicatat Taspen sebesar Rp93,96 triliun. Hal itu berarti dengan lonjakan pendapatan yang ada Taspen mencatatkan kenaikan liabilitas kepada peserta dan cadangan teknis sebesar Rp5,52 triliun atau ekuivalen dengan kenaikan sebesar 5,9 persen. (mdk/idr)

Baca juga:
Perusahaan Asuransi Gagal Bayar, Taspen Pamer 3 Tahun Dapat Opini WTP
Pendapatan Investasi Tembus Rp9 Triliun, Taspen Tanam Saham di 51 Perusahaan Ini
Dalam Satu Tahun Aset Taspen Naik Rp31,38 Triliun
Taspen Bukukan Laba Bersih Rp388 Miliar di 2019
Serahkan Putusan Peleburan ke BPJamsostek pada Pemerintah, Taspen Fokus Jaga Kinerja
Alasan Menteri Erick Copot Iqbal Lantaro dari Dirut Taspen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.