Tengah Ramai Diperbincangkan, Kenali Seluk Beluk NFT

Tengah Ramai Diperbincangkan, Kenali Seluk Beluk NFT
Ilustrasi menggunakan komputer. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/sukiyaki
EKONOMI | 13 Januari 2022 11:36 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Dunia digital semakin banyak menawarkan investasi kepada masyarakat. Jual beli dilakukan tanpa mewajibkan adanya pertemuan penjual dan pembeli. Terbaru, adalah investasi teknologi NFT atau non-fungible token.

Teknologi Blockchain tidak hanya soal Bitcoin, Ethereum, dan keuangan saja. Tetapi, juga hadir semakin dekat dengan menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar, salah satunya tentang NFT.

Mengutip keterangan Indodax kepada merdeka.com beberapa waktu lalu, NFT adalah sebuah duplikasi resmi yang menyerupai sebuah aset yang asli. Jadi, karya-karya seni atau karya teknologi yang diedarkan dan dijual secara resmi. Namun, barang aslinya hanya satu saja dan disimpan oleh si pencipta.

Kemudian pelelangan dilakukan secara terbuka dan karyanya akan ditukarkan atau dibeli dengan cryptocurrency. Setelah itu, si Pembeli akan tercatat sebagai pemilik atau memiliki sertifikasi yang resmi. Sebelumnya, suatu karya tersebut juga telah terdaftar di HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

CEO Indodax Oscar Darmawan menanggapi bahwa teknologi NFT adalah bidang dari teknologi blockchain. "Sistem NFT tentunya cocok dengan pencipta atau penemu teknologi. Suatu karya dilelang dengan sistem NFT dan dibeli dengan kripto," katanya, ditulis Kamis (13/1).

Oscar mengatakan, karena menggunakan sistem blockchain, NFT mengadopsi sifat efisien, sehingga penjualan karya lewat NFT bisa terjadi secara fantastis. NFT juga mendukung sifat transparansi dan keamanan. Karena setiap karya akan tercatat di HAKI.

"NFT juga mengadopsi sifat blockchain yaitu transparansi dan keamanan. Jadi, pencipta atau penemu bisa mengamankan aset tersebut. Teknologi NFT juga tentunya bisa mengurangi dan memberantas pembajakan," sebutnya.

Menurut dia, teknologi ini juga membuat penggunaan kripto lebih banyak lagi. Tentunya, kemungkinan besar teknologi NFT dapat meningkatkan permintaan secara masif, sehingga harga kripto bisa meningkat.

Oscar berpendapat, blockchain adalah suatu bidang teknologi baru yang selama ini melahirkan Bitcoin dan altcoin. Kemudian juga melahirkan decentralized finance dan kemudian NFT. Ke depan, masih akan ada lagi bidang blockchain yang baru dan akan berkembang.

"Blockchain hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama ini. Bukan hanya soal teknologi dan financial atau bitcoin melulu, tetapi blockchain juga hadir semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti NFT ini," katanya.

Untuk membeli karya NFT, biasa dilakukan dengan Ethereum. Aset kripto ini merupakan yang paling favorit setelah Bitcoin. Kenaikan harganya sangat fantastis secara tahunan.

2 dari 2 halaman

Banyak Tokoh Jual Karya Lewat Lelang NFT, Harganya Bisa Capai Miliaran Rupiah

jual karya lewat lelang nft harganya bisa capai miliaran rupiah rev1

Tidak heran sudah banyak musisi dan produser film di Amerika dan Eropa yang telah sukses menjual karya-karya mereka dengan sistem pelelangan NFT. Seperti artist indie Pinot. Sebuah karyanya terjual dengan 3,25 ETH. ETH atau ether, adalah uang digital.

Bos Tesla Elon Musk dan Bos Twitter Jack Dorsey menjual cuitannya dengan teknologi non-fungible token (NFT). Dua cuitan tersebut dijual dengan harga jutaan Dolar.

Adapun CEO Tesla Elon Musk menjual cuitannya yaitu Lagu tentang NFT. Lagu tersebut sempat ditawar 1,2 juta dollar atau sekitar Rp16 miliar. Sedangkan, cuitan pertama Jack Dorsey di Twitter terjual dengan harga USD 2,9 juta atau Rp41 miliar. Pembayarannya menggunakan crypto Ethereum.

Menurut Oscar Darmawan, sistem pelelangan karya lewat NFT juga bisa dilakukan oleh para developer dan seniman di Indonesia. Sebab, NFT dapat menjual sebuah karya dengan efisien dan hasil yang fantastis.

Selain itu, teknologi NFT ini juga dapat memberantas pembajakan di Indonesia. Mengingat NFT yang mengadopsi sifat blockchain transparansi dan keamanan. Karena dengan teknologi NFT, si pencipta bisa menggugat para duplikator yang membajak karyanya dengan sembarangan.

"Tidak bisa dipungkiri pembajakan masih banyak terjadi di Indonesia di tengah berkembangnya teknologi secara cepat seperti sekarang. Namun, NFT dan blockchain bisa menjadi solusi atas permasalahan ini," jelas Oscar.

(mdk/bim)

Baca juga:
Pendiri Bursa Mata Uang Kripto Terbesar di Dunia Masuk ke Jajaran Miliarder
Wamendag Jerry Dorong Bursa Kripto Terwujud,Bermanfaat Topang Pembangunan Lewat Pajak
Simak Tips Sukses Investasi Kripto Bagi Pemula
Indodax Target Mampu Cetak 6,5 Juta Member Baru Tahun Ini
Tengah Digandrungi, Pahami Untung Rugi Investasi di Aset Kripto
Luno Catat Pertumbuhan Transaksi Empat Kali Lipat
BNPT Waspadai Bisnis Aset Virtual Cryptocurrency Jadi Modus Baru Pendanaan Teroris

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami