WTO Tunda Konferensi di Jenewa karena Adanya Covid-19 Varian Omicron

WTO Tunda Konferensi di Jenewa karena Adanya Covid-19 Varian Omicron
WTO. ©WTO.com
EKONOMI | 28 November 2021 15:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) menunda konferensi tingkat menteri secara langsung di Jenewa, Swiss. Ini dilakukan karena ditemukannya jenis atau varaian baru virus corona.

Ketua Dewan Umum Dacio Castillo, menerangkan, anggota WTO mengambil keputusan pada pertemuan darurat yang diadakan pada Jumat malam guna membahas kemungkinan pengaturan alternatif untuk konferensi menteri mereka. Konferensi akan diadakan segera setelah kondisi memungkinkan.

"Prioritas saya adalah kesehatan dan keselamatan semua peserta MC12 menteri, delegasi dan masyarakat sipil. Lebih baik berbuat salah, di sisi hati-hati," kata kata Direktur Jenderal Ngozi Okonjo-Iweala dikutip dari laman Bloomberg, Minggu (28/11).

Saat ini, Pemerintah Swiss mengumumkan larangan semua penerbangan langsung dari Afrika Selatan setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan varian baru virus yang berpotensi lebih berisiko bernama omicron.

Berdasarkan pernyataan dari Kantor Kesehatan Masyarakat Federal Swiss, mulai Jumat, semua orang yang memasuki Swiss dari Afrika Selatan, Hong Kong, Israel, dan Belgia harus menunjukkan tes Covid-19 negatif dan dikarantina selama 10 hari.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar negara-negara di seluruh Eropa menghentikan perjalanan udara dari Afrika selatan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang varian tersebut.

2 dari 2 halaman

Pembatasan Penerbangan

Anggota Uni Eropa setuju untuk segera memberlakukan pembatasan pada tujuh negara Afrika yaitu Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe, ketika para ilmuwan bergegas untuk menentukan apakah jenis baru lebih berbahaya.

Perubahan mendadak dapat mencegah menteri perdagangan mencapai kesepakatan tentang isu-isu kritis yang berkaitan dengan pengabaian aturan kekayaan intelektual WTO untuk vaksin dan terapi.

Rencananya, sekitar 4.000 pejabat perdagangan akan melakukan perjalanan ke Jenewa untuk menghadiri konferensi tingkat menteri ke-12 WTO, pertemuan badan pembuat keputusan tertinggi organisasi tersebut.

Namun, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung dari 30 November hingga 3 Desember, menghadirkan kesempatan langka bagi pemerintah untuk memberikan hasil nyata yang berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari ini terpaksa dibatalkan.

Pertemuan tingkat menteri WTO biasanya berlangsung setiap dua tahun, tetapi semenjak pandemi belum ada konferensi tingkat menteri sejak 2017.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Berjuang di WTO, Wamendag Tegaskan Nikel Komoditas Strategis Indonesia
Sidang Dimulai, Indonesia Lawan Uni Eropa soal Gugatan Larangan Ekspor Nikel di WTO
Kemendag: Indonesia Tak akan Kebanjiran Impor Ayam Jika Kalah dari Brasil di WTO
Ini Penyebab Brasil Gugat Indonesia di WTO Terkait Prosedur Impor Ayam
Sengketa Impor Ayam Brasil dengan Indonesia Masuk Tahap Banding di WTO
Indonesia Siap Lawan Gugatan Uni Eropa soal Ekspor Nikel

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami