CEK FAKTA: Menelusuri Klaim Pemerintah Kartu Prakerja Efektif Atasi Pengangguran

CEK FAKTA: Menelusuri Klaim Pemerintah Kartu Prakerja Efektif Atasi Pengangguran
Job Fair. ©Liputan6.com/Johan Tallo
CEK-FAKTA | 3 Desember 2021 15:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio N Kacaribu sesumbar program kartu Pra Kerja mampu mengatasi persoalan pengangguran di Indonesia. Program Kartu Pra Kerja diluncurkan untuk memberikan penguatan pelatihan, dan program untuk menjaga keberlanjutan pendapatan di masa pemulihan sosial-ekonomi saat pandemi.

"Melalui program kartu prakerja, diharapkan kompetensi baik para pencari kerja baru, pencari kerja yang alih profesi atau korban PHK dapat mengisi kebutuhan dunia kerja. Sehingga masalah pengangguran Indonesia dapat lebih diatasi," kata Febrio.

Program ini mulai berjalan sejak 2020. Pesertanya tidak dibatasi, boleh pekerja atau mereka yang baru mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pendaftaran program Kartu Prakerja dimulai pada 11 April 2020. Pendaftaran ditutup pada hari Kamis, 16 April 2020. Lalu pengumuman penerima manfaat Kartu Prakerja pada Jumat 17 April 2020.

Selama periode 2020 dan 2021, sebanyak 75 juta orang mendaftar sebagai penerima Kartu Pra Kerja melalui website resmi. Penerima Pra Kerja gelombang gelombang 1 sampai 11, sebanyak 5.509.055 peserta. Kemudian pada gelombang 12 sampai 21, penerima Pra Kerja sebanyak 5.919.309 peserta.

Mengutip data dari Kemnaker, pada periode Agustus 2020, jumlah angkatan kerja di Indonesia sebesar 138,22 juta orang. Sayangnya, dari jumlah itu 9,77 juta penduduk atau kira-kira 7,07 persen penduduk tidak terserap ke dalam pasar kerja atau menjadi penganggur terbuka.

Angka tersebut tampak melonjak drastis dari data 2019. Pada periode Agustus 2019, persentase Tingkat Penganggur Terbuka (TPT) sebesar 5,23 persen.

Tingginya angka TPT pada periode Agustus 2020 karena pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air. Situasi kesehatan dan ekonomi tak menentu membuat angka pengangguran meningat drastis di 2020.

Sementara mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS). Kepala BPS Margo Yuwono, menyebut tingkat pengangguran di Indonesia pada periode Agustus 2021 sebanyak 9,1 juta orang atau 6,49 persen. Artinya, terjadi penurunan dari data Agustus 2020.

Penurunan itu langkah positif dari lahirnya pekerja dari sektor formal menjadi 40,55 persen. Kemudian di sektor non formal sebanyak 59,45 persen.

Setelah merangkum data-data di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia memang mengalami penurunan. Meski angka pengangguran 2020 meningkat signifikan dari 2019, tetapi kembali menurun pada 2021 ini.

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami