Harta 10 Orang Super Kaya di Dunia Bertambah Rp215 Juta per Detik Selama Pandemi

Harta 10 Orang Super Kaya di Dunia Bertambah Rp215 Juta per Detik Selama Pandemi
ilustrasi pandemi covid. ©Angela Ponce/Reuters
DUNIA | 17 Januari 2022 14:44 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Harta 10 orang terkaya di dunia meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 1,5 triliun dolar (Rp21,4 kuadriliun) selama pandemi, di saat yang sama tingkat kemiskinan melambung.

Fakta itu ditemukan dalam penelitian yang hasilnya dirilis sebuah lembaga amal pada Senin jelang pertemuan elite Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Sejumlah kepala negara akan bergabung dengan para pemimpin perusahaan dan tokoh terkemuka lain pekan ini untuk membahas isu-isu paling penting di dunia –dari perubahan iklim hingga kesetaraan vaksin COVID-10– pada konferensi WEF Davos Agenda 2022.

Pertemuan daring tersebut akan menjadi batu loncatan dalam konferensi tingkat tinggi tahunan WEF yang biasanya digelar di resor pegunungan Davos di Swiss pada musim dingin dan dihadiri orang-orang kaya dan berkuasa di dunia.

Berikut adalah sejumlah data terkait kesenjangan global, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, Senin (17/1):

* Para triliuner telah mencatat lonjakan dalam kekayaan mereka selama pandemi, menurut badan bantuan Oxfam

* 10 orang terkaya di dunia bertambah kaya sebesar 15.000 dolar AS (Rp215 juta) per detik atau 1,3 miliar dolar AS (Rp18,6 triliun) per hari selama pandemi.

* Harta mereka melebihi gabungan harta yang dimiliki 3,1 miliar penduduk miskin di dunia.

* Seorang triliuner baru muncul setiap 26 jam sejak awal pandemi.

* Lebih dari 160 juta orang diperkirakan jatuh miskin selama krisis kesehatan saat ini.

* Kesenjangan di antara negara-negara di dunia diperkirakan meningkat untuk kali pertama dalam sebuah generasi. Kesenjangan juga semakin lebar di dalam sebuah negara.

* Negara-negara kaya pulih lebih cepat. Pendapatan mereka pada 2023 kemungkinan akan kembali ke tingkat sebelum pandemi, namun negara-negara berkembang akan mengalami penurunan rata-rata 4 persen, menurut Bank Dunia.

* Pada 2023, pendapatan per kapita kemungkinan akan tetap di bawah level 2019 di 40 negara berkembang, kata Bank Dunia.

* Kesenjangan menyumbang 21.300 kematian per hari atau satu kematian per empat detik, menurut laporan Oxfam.

* Sekitar 5,6 juta orang di negara-negara miskin meninggal tiap tahun karena keterbatasan memperoleh layanan kesehatan, sementara kelaparan membunuh lebih dari 2,1 juta orang per tahun, kata laporan itu.

* Rasio pasien COVID-19 yang meninggal di negara-negara berkembang diperkirakan dua kali lebih besar daripada di negara-negara kaya.

* Hanya tujuh persen lebih penduduk di negara-negara miskin telah menerima satu dosis vaksin dibandingkan dengan lebih dari 75 persen di negara-negara kaya.

* Satu persen orang paling kaya di dunia membuang dua kali lebih banyak karbon dioksida dibanding 50 persen orang miskin.

* Jika tidak dikendalikan, perubahan iklim akan mendorong 132 juta orang ke jurang kemiskinan ekstrem pada 2030, menurut perkiraan Bank Dunia.

* Pandemi juga telah memundurkan kemajuan global dalam kesetaraan gender. Wanita akan memerlukan waktu hampir 136 tahun agar dapat setara dengan pria, naik dari angka 99 tahun pada saat prapandemi.

Baca juga:
Jenuh Hidup di Kota, Orang Kaya Ini Bangun Rumah di Tengah Hutan
Ini Sosok Pria Pengusaha Fintech Terkaya di Eropa, Hartanya Capai Rp 329 Triliun
Kekayaan Miliuner Dunia Bertambah Banyak, tapi 150 Juta Orang Jatuh Miskin di 2021
Ingin Sukses, Coba Adopsi 2 Sifat dari Eks CEO Twitter Jack Dorsey
Kisah Sukses Romesh, Punya Uang Rp35.000 dan Kini Kekayaannya Tembus Rp50 Triliun
Pria ini Buktikan Masa Kecil Kelam Tak Tutup Peluang jadi Jutawan di Masa Depan
Intip Bisnis Pencetak Orang Terkaya Baru Terbanyak Sepanjang 2021
Daftar 10 Orang Terkaya Dunia yang Kehilangan Harta Terbanyak Sepanjang 2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami