Keparahan Covid-19 Disebabkan Varian Omicron Rendah Berkat Vaksinasi

Keparahan Covid-19 Disebabkan Varian Omicron Rendah Berkat Vaksinasi
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
DUNIA | 4 Desember 2021 07:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan India mengatakan tingkat keparahan penyakit Covid-19 disebabkan varian Omicron di negara itu bisa rendah karena vaksinasi dan paparan luas terhadap varian Delta yang menginfeksi hampir 70 persen populasi pada Juli.

“Mengingat kecepatan vaksinasi di India dan paparan yang tinggi terhadap varian Delta yang dibuktikan dengan seropositif yang tinggi, tingkat keparahan penyakit ini diperkirakan akan rendah,” jelas kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan pada Jumat, dilansir Al Jazeera.

"Namun, bukti ilmiah masih berkembang," lanjutnya.

India pada Jumat melaporkan 9.216 kasus infeksi baru setelah mengumumkan dua kasus pertama varian Omicron pada hari sebelumnya. Angka kematian naik sampai 391, sehingga totalnya menjad 470.115.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, total kasus Covid-19 saat ini mencapai 34,62 juta.

Kementerian Kesehatan pada Kamis mengonfirmasi dua kasus pertama Covid-19 varian Omicron dan pejabat menyampaikan salah seorang penumpang tiba dari Afrika Selatan dan seorang lainnya, seseorang yang sama sekali tidak pernah berkunjung ke negara tersebut.

Kementerian menyampaikan, kasus yang melibatkan dua pria di negara bagian Karnataka itu, seorang pria berusia 66 tahun yang berkunjung ke India dan Afrika Selatan dan seorang dokter berusia 46 tahun.

Ratusan kontak dari kedua pasien ini telah ditelusuri dan menjalani tes Covid dan sedikitnya lima orang dites positif virus corona.

Pejabat kesehatan menyampaikan, pria 66 tahun yang dites positif itu diminta melakukan isolasi mandiri di hotel di mana dia tinggal karena tidak mengalami gejala.

Pria tersebut kembali melakukan tes secara pribadi pada 23 November dan setelah hasilnya negatif, dia berangkat ke Dubai pada 27 November.

Sementara itu, dokter berusia 46 tahun itu dites positif pada 22 November setelah dia mengalami demam dan sakit di sekujur tubuhnya. Dia melakukan isolasi mandiri hari itu dan lima dari kontaknya dites positif setelahnya dan juga diisolasi.

Banyak hal yang masih belum diketahui soal varian Omicron, termasuk apakah lebih menular, sebagaimana yang dicurigai beberapa otoritas kesehatan, dan apakah varian ini akan membuat orang sakit lebih parah, serta apakah Omicron bisa melemahkan kerja vaksin.

India telah mengklasifikasikan beberapa negara sebagai "risiko tinggi" sebagai respons atas varian Omicron, dan para pelancong dari negara-negara tersebut dites setelah tiba di India.

Selain itu, India melakukan tes secara acak terhadap 2 persen pelancong internasional lainnya. Pengurutan genom juga dilakukan untuk mendeteksi varian Omicron. Hampir 8.000 penumpang telah dites sejak Rabu.

2 dari 2 halaman

Jangan tunda vaksinasi

Kepala Dewan Penelitian Kedokteran India, Dr Balram Bhargava meminta masyarakat jangan panik dan mendesak segera divaksinasi.

"Serapan vaksin yang tinggi diperlukan. Jangan tunda untuk mendapatkan vaksinasi lengkap," desaknya.

Pakar kebijakan kesehatan, Dr Chandrakant Lahariya menyampaikan, fokus harus dipusatkan pada menemukan mereka yang belum divaksinasi dan memastikan mereka segera disuntik.

"Beberapa keraguan mungkin hilang terkait berita varian baru. Tapi ini tidak bisa dianggap sepele," ujarnya.

Beberapa negara bagian di India telah menerbitkan pembatasan ketat kedatangan internasional sebagai tindakan pencegahan, termasuk mewajibkan tes Covid bagi mereka yang datang dari Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong.

Lebih dari 50 persen warga India telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin - 32 persen telah divaksinasi lengkap atau dua dosis, dan 24 persen telah menerima satu dosis vaksin, berdasarkan Our World In Data. (mdk/pan)

Baca juga:
Unik, Pameran Seni Ini Pakai Payung Agar Pengunjung Tetap Jaga Jarak
Nepal Tutup Pintu Masuk untuk 8 Negara Afrika dan Hong Kong karena Varian Omicron
WHO Peringatkan Negara Asia Pasifik Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid karena Omicron
Malaysia Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron
Jerman Larang Warga yang Tidak Divaksinasi Masuki Tempat Publik
India Konfirmasi Dua Kasus Covid-19 Varian Omicron
Pengalaman Israel, Omicron Tidak Seganas yang Ditakutkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami