Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Para Pemuda di Blora Ini Malah 'Tawuran'

Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Para Pemuda di Blora Ini Malah 'Tawuran'
Tawuran Nasi Berkat. ©YouTube/Liputan6
JATENG | 28 Juni 2022 15:25 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Tradisi sedekah bumi biasanya diadakan sebagai wujud rasa syukur atas hasil alam yang berlimpah. Tradisi ini banyak diadakan pada kelompok masyarakat Jawa, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah pedesaan.

Biasanya tradisi sedekah bumi diadakan dalam bentuk penyajian tumpeng, pagelaran kesenian lokal, dan juga doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Namun masyarakat Desa Kedangdowo, Kabupaten Blora, punya cara berbeda dalam menyelenggarakan sedekah bumi. Mereka justru merayakan tradisi itu dengan melakukan “tawuran”. Kok bisa? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Tradisi Tawuran Nasi Berkat

tawuran nasi berkat

©YouTube/Liputan6

Para pemuda di Desa Kedangdowo itu terlibat tawuran dan saling serang antara satu dengan lainnya. Namun tawuran itu tidak mereka lakukan dengan menggunakan batu, parang, maupun benda berbahaya lainnya. Mereka saling serang menggunakan nasi berkat.

Awalnya sebanyak 24 gunungan yang terbuat dari nasi yang dibungkus daun jati itu diarak keliling desa dan berakhir di punden desa. Dan di punden desa inilah dilaksanakan tawuran. Ada dua gunungan yang digunakan untuk tawuran dan sisanya dibagikan pada pengunjung.

3 dari 3 halaman

Dua Tahun Vakum

tawuran nasi berkat

©YouTube/Liputan6

Tak hanya warga Desa Kedangdowo, keseruan tradisi ini menarik minat warga desa lain karena tradisi sedekah bumi ini sempat dua tahun tidak diselenggarakan karena pandemi COVID-19.

“Saya baru pertama kali lihat yang kayak gini. Tawurannya itu seru, rame juga. Kesannya agak beda saja,” kata Fitriani, salah satu penonton tawuran nasi berkat, dikutip dari YouTube Liputan6 pada Selasa (27/6).

Tawuran nasi menjadi puncak acara tradisi tersebut. Tradisi turun temurun ini merupakan simbol desa yang murah pangan.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini