Inspiratif, Begini Kisah Warga Lapas di Sleman Khatam Al Quran 47 Kali dalam Setahun

Inspiratif, Begini Kisah Warga Lapas di Sleman Khatam Al Quran 47 Kali dalam Setahun
Warga Lapas Cebongan berhasil khatamkan Al Quran 47 kali dalam satu tahun. ©2022 TikTok @gusmiftah99/ Merdeka.com
JATENG | 16 Januari 2022 14:42 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Kisah inspiratif bisa datang dari mana saja, termasuk dari seorang warga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria bernama Bagus Wijaya itu berhasil mengkhatamkan Al Quran puluhan kali selama satu tahun menjalani masa tahanannya.

Kisah tersebut baru-baru ini dibagikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa dipanggil Gus Miftah. Dalam unggahan video di akun TikToknya @gusmiftah99, (15/1), ia terlihat tengah berbincang dengan Bagus.

"Saya lagi di Lapas Cebongan, dan ada kesaksian luar biasa dari salah satu warga binaan kita," terang Gus Miftah dalam kegiatan ceramah di lokasi tersebut.

2 dari 2 halaman

Berhasil Khatamkan Al Quran Sebanyak 47 Kali dalam Satu Tahun

Bagus mengaku, selama menjalani masa hukumannya, ia mampu mengkhatamkan kitab suci Al Quran sebanyak 47 kali.

"Saya (divonis) satu tahun dua bulan. Selama satu tahun ini sudah 47 kali, dan sekarang masuk ke juz 10 mau ke-48 (khatam)," kata Bagus kepada Gus Miftah.

Setelah mendengar pengakuan Bagus, Gus Miftah kembali bertanya soal target khatam sampai hari kebebasannya dua bulan mendatang.

"Kamu menargetkan sebelum keluar nanti mau khatam berapa kali?" tanya Gus Miftah.

Dengan semangat, Bagus pun menjawab bahwa ia ingin mengkhatamkan Al Quran hingga 50 kali saat sudah menghirup udara segar.

"50 kali Gus," jawab Bagus.

Gus Miftah pun dengan semangat mengajak para penghuni lapas lain yang turut menghadiri pengajian tersebut untuk mengikuti semangat khatam Al Quran seperti Bagus Wijaya.

"Dan yang lain harus bisa, mana tangannya," kata Gus Miftah, diiringi tepuk tangan warga di sana.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami