Pemburu Benda Bertuah

Menarik pusaka dari alam gaib

Menarik pusaka dari alam gaib
Pusaka milik Ki Awan. ©2017 Merdeka.com/iqbal fadil
KHAS | 5 April 2017 07:10 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Keris berbagai ukuran, batu akik berbagai jenis, tombak, pedang kecil, hingga tongkat dari kuningan berkepala naga. Benda-benda itu didatangkan dari alam gaib oleh para pemburu benda bertuah. Ada yang menarik pusaka itu dengan ritual merapal mantra dan wiridan dibantu tenaga dalam, ada yang meminta bantuan jin jika benda yang akan ditarik berukuran besar dan penunggunya atau khodamnya memiliki tenaga yang kuat.

Memang sulit dicerna logika, tapi ini nyata. Di era modern dan serba canggih, ada segelintir orang yang memiliki hobi unik, menyenangi benda-benda bertuah atau yang mereka sebut pusaka. Tak sekadar bendanya, tapi cara mendapatkannya yang membuat pusaka itu istimewa.

Ki Awan yang menyebut dirinya sebagai 'Paranormal Gaul' salah satu yang mengoleksi benda-benda pusaka itu. Jumlahnya mencapai ratusan, dari ukuran kecil berupa batu seperti batu akik, hingga keris dan tombak berukuran di atas satu meter. Dia mengaku mulai tertarik dengan pusaka dan proses tarik pusaka sejak lima tahun lalu. Pria asal Bogor berusia 37 tahun itu mengaku baru belajar, karena awalnya dia lebih memfokuskan kemampuan supranaturalnya untuk pengobatan.

Saat ditemui merdeka.com di tempat kerjanya di salah satu gedung di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (30/3), Ki Awan menceritakan, kepincut dengan kegiatan menarik benda pusaka bermula ketika dia dikenalkan oleh kerabatnya kepada Hasanuddin atau biasa dipanggil Abah, asal Sukabumi sekitar tahun 2013.

"Abah ini katanya punya kemampuan menarik benda pusaka dari alam gaib. Saya tertarik karena awalnya penasaran dan ingin membuktikan benarkah ada benda-benda yang bisa ditarik dari alam gaib," ujar Ki Awan.

Selama setahun, Ki Awan mengaku menjadikan Abah sebagai guru dalam hal tarik pusaka. "Saya tahu ada barang pusaka tapi enggak tahu kalau bisa ditarik-tarik (dari alam gaib)," tukasnya. Dia mempelajari olah napas untuk menambah kekuatan tenaga dalam, menghafal mantra dan berbagai bacaan, serta latihan penerawangan untuk mempertajam mata batin.

pusaka milik ki awan

Pusaka milik Ki Awan ©2017 Merdeka.com/iqbal fadil


Dia melanjutkan, upaya penarikan pusaka pertama kali dilakukan dengan jarak jauh. Dari kamar kosong di rumahnya, Ki Awan dibantu gurunya melakukan ritual dan mendapatkan sebuah batu seperti batu akik dari Gunung Pancar, Bogor. "Saya pakai jurus-jurus seperti orang lagi menarik sesuatu, dibantu olah pernapasan dan tenaga dalam yang dikontrol oleh Abah," tuturnya.

Bunyi benda jatuh dari langit-langit rumah terdengar ketika batu berukuran kecil itu berhasil ditarik. Ki Awan pun mendapatkan sebuah batu yang jatuh di pahanya saat dia duduk bersila. Dari kejadian itu, Ki Awan pun menjadi percaya proses tarik pusaka dari alam gaib. Dia makin getol belajar teknik tarik pusaka dan beberapa kali berhasil menarik pusaka dari jarak jauh tanpa bantuan gurunya. Benda yang didapatkan pun semakin beragam. Salah satunya Keris Semar Mesem sepanjang 20 sentimeter yang ditarik dari Gunung Geulis, Bogor.

Dia rajin mengunjungi tempat-tempat yang dikeramatkan seperti kuburan, gunung, batu besar, dan pohon besar untuk melihat apakah ada pusaka di tempat itu. "Sebelum menarik benda itu, saya menggunakan mata batin untuk menerawang apa bentuk bendanya, bagus tidak, apakah ada pemiliknya," katanya. Ki Awan menyebut menarik benda pusaka bisa diibaratkan dengan menarik truk besar dengan tambang sendirian.

Ki Awan sendiri paling jauh menarik pusaka dari daerah Sukabumi dari rumahnya di Bogor. Menarik pusaka dari jarak dekat atau di lokasi tempat benda itu berada, lebih mudah. Tapi risikonya di alam terbuka, benda yang berhasil ditarik dari alam gaib bisa jatuh di mana saja dan tidak bisa ditemukan.


Khodam penunggu pusaka

Setiap pusaka atau benda yang ditarik dari alam gaib, biasanya memiliki penunggu atau khodam. Khodam adalah makhluk gaib bisa berasal dari jenis makhluk halus apa saja, namun yang paling umum adalah dari jenis jin. Oleh pemilik pusaka, khodam ini bisa dimintai bantuannya untuk tujuan tertentu atau diharapkan tuahnya.

Ki Awan mengakui soal khodam penunggu pusaka ini. Di alam gaib, pusaka ini banyak jumlahnya dan siapa saja bisa mengambilnya tergantung sanggup atau tidak orang yang menginginkan.

"Kalau tidak ada pemiliknya bisa langsung ditarik, dipindahkan ke alam nyata. Kalau kita tidak kuat nariknya bisa pakai bantuan jin. Kita dialog dulu dengan khodam penunggu pusaka itu sebelum pusakanya kita ambil," jelasnya.

Benda pusaka, lanjut dia, bisa berada di mana saja tidak mesti di tempat keramat. Untuk pusaka yang ada khodamnya, Ki Awan mengatakan, dibutuhkan perawatan tertentu. Bukan untuk menyembah ke khodam, tapi perawatan dilakukan ibarat seseorang punya peliharaan yang mesti diperhatikan dan diberi makan.

"Menghormati khodam dengan kita mengasih minyak, wewangian. Kalau mau pembersihan pakai jeruk nipis biar karat-karat luntur lalu dilap yang kering," ujar pria yang bekerja di salah satu perusahaan besar di Jakarta itu.

Selama ini 'penghuni' yang ada di dalam pusakanya tidak pernah mengganggu. Hanya saja Ki Awan pernah beberapa hari sakit karena salah satu pusakanya belum beradaptasi dengan dirinya. Dia merasa panas dan emosinya kerap memuncak. Namun setelah empat hari berlalu keadaan itu kembali normal. Menurut dia, penghuni pusaka itu belum bisa menyesuaikan diri dengan Ki Awan.

Dari sekian banyak pusaka yang dikoleksi, ada beberapa yang memiliki bentuk unik. Seperti tempat lilin dari perak dan keris sepanjang 1,2 meter yang berbentuk seperti ikan. Semua pusaka memiliki khasiat atau tuah masing-masing. "Kebanyakan fungsi umum untuk keselamatan. Sisanya ke pangkat, jabatan, pengasihan, rezeki, dan penangkal santet," jelasnya.

Meski bisa melakukan tarik pusaka sendiri, ada kalanya benda pusakanya didapat dengan cara barter. Ki Awan membayar mahar kepada gurunya untuk mendapat pusaka tersebut. Mahar yang dia berikan bervariasi dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan. Semenjak menggeluti tarik pusaka dan mengoleksi benda pusaka tersebut dia sudah menghabiskan puluhan juta rupiah. Ada kepuasan sendiri ketika mendapatkan pusaka tersebut walau tenaga dan uang terkuras. Beberapa pengalaman menarik benda pusaka itu ada yang ditulis Ki Awan di situsnyanya www.magicglowteam.com. (mdk/bal)


Tapa bujuk mustika
Genggam tanah jadi keris
Dipercaya bisa menangkan pemilihan presiden

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami