5 Tokoh yang Jadi Sorotan Sepanjang 2018

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Sepanjang 2018
Ratna sarumpaet periksa kesehatan. ©Liputan6.com/JohanTallo
NEWS | 28 Desember 2018 06:32 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Banyak kejadian menarik terjadi sepanjang tahun 2018. Setiap peristiwa memunculkan tokohnya masing-masing. Ada tokoh 'protagonis' yang mendapatkan pujian dari masyarakat, sebaliknya, ada peristiwa yang memunculkan tokoh 'antagonis' yang membuatnya dihujat.

Dari sekian banyak peristiwa yang memunculkan para tokoh itu, merdeka.com mencatat 5 tokoh yang paling disorot baik oleh pemberitaan maupun ramai dibincangkan di media sosial.

Berikut 5 tokoh yang jadi sorotan sepanjang tahun 2018:

2 dari 6 halaman

Mahfud MD

5 tokoh yang jadi sorotan sepanjang 2018Mahfud MD datangi KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Nama Mahfud MD tergusur secara dramatis di menit-menit akhir jelang pengumuman cawapres Joko Widodo. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu sudah diminta pihak istana untuk bersiap-siap, bahkan sudah menyiapkan kemeja putih untuk dideklarasikan sebagai cawapres pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019.

Jumat 10 Agustus 2018 akan dikenang Mahfud sebagai hari dirinya gagal menjadi cawapres untuk yang kedua kalinya. Jokowi akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin atas berbagai pertimbangan dan masukan dari partai koalisi.

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Profesor Ma'ruf Amin," ucap Jokowi saat deklarasi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat (10/8/2018).

Atas keputusan itu, Mahfud mengatakan dia maklum. Dia mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan Jokowi. "Saya katakan bahwa Pak Jokowi ndak usah bersalah atau apa. Wong saya juga ndak apa-apa," ujarnya.

Pilihan Jokowi terhadap Ma'ruf Amin yang juga Rais Aam PBNU, menurut Mahfud MD sebagai satu hal yang logis dalam kondisi politik saat itu. "Seumpama saya jadi Jokowi, mungkin saya akan melakukan hal yang sama. Karena kan situasinya ini politik, permainan politik. Di dalam permainan politik," ujarnya, "saya sampaikan ke Pak Jokowi saya tidak kecewa."

Sebelum disalip Ma'ruf Amin, nama Mahfud MD moncer saat jelang Pilpres 2014. Saat itu namanya mendapatkan elektabilitas yang cukup kuat sebagai pendamping Jokowi atau Prabowo Subianto dalam berbagai hasil survei. Namun, suratan takdir tak pernah mengantarkan Mahfud menjadi calon wakil presiden.

3 dari 6 halaman

Ratna Sarumpaet

5 tokoh yang jadi sorotan sepanjang 2018Ratna Sarumpaet. ©2016 merdeka.com/budy susanto

Sebuah foto wajah aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dengan muka bengkak beredar di media sosial. Kecaman dan kutukan pun mengalir dari para politikus koalisi Prabowo-Sandiaga. Tuduhan kekerasan karena perbedaan politik sempat mencuat.

Dalam pengakuannya kepada sejumlah pihak, Ratna Sarumpaet mendapat kekerasan fisik pada 21 September 2018 usai menghadiri sebuah acara di Bandung. Dia mengaku diseret dari taksi yang ditumpangi, dipukuli oleh sejumlah orang, dan dibuang tak jauh dari Bandara Husein Sastranegara. Kabar itu baru heboh 10 hari kemudian saat foto itu beredar.

"Ibu Ratna Sarumpaet dalam kondisi babak belur pagi ini, Rumah Sakit masih diRahasikan karena beliau masih dalam kondisi Trauma berat dipukuli beberapa Orang. Ya Rabb, siapapun mereka baik dalang maupun pelaku nya Matikan mereka dalam kehinaan yang sehina hinanya," demikian salah satu berita yang beredar di media sosial pada (2/10) lalu.

Atas kabar itu, Prabowo Subianto dan para petinggi koalisi menemui Ratna di kediamannya di kawasan Jakarta Timur, dan membenarkan kabar itu. Kondisi Ratna pun masih dalam keadaan wajah membengkak. Ungkapan prihatin dan kecaman pun dilontarkan para tokoh yang menyambanginya.

Polisi yang melakukan penyelidikan, akhirnya mengungkapkan kebohongan Ratna. Berdasarkan penelusuran, Ratna ternyata melakukan operasi plastik di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat pada tanggal kejadian yang dia sebut. Ratna bahkan tidak pernah ke Bandung seperti yang diakuinya.

Ratna pun akhirnya mengakui berbohong telah dianiaya. Dalam jumpa pers (3/10) di rumahnya, Ratna pertama menuturkan pertama kali mengarang cerita itu kepada anaknya saat mengetahui wajahnya lebam. Ratna mengatakan saat itu anaknya bertanya mengapa wajahnya lebam. Dia langsung menjawab dipukuli orang.

"Saya ditanya anak saya, saya jawab dipukuli orang. Jawaban pendek itu terus dikorek karena anak lihat ibunya lebam-lebam. Saya tak pernah membayangkan kebodohan ini," kata Ratna.

Ratna mengatakan, selama sepekan, cerita tentang wajah lebam karena dipukuli orang berputar pada keluarga. Termasuk saat bertemu Prabowo dan sejumlah elite parpol koalisi. "Saya enggak tahu bagaimana tapi saya kembali pada cerita itu. Mohon ini jangan dianggap saya mencari kebenaran. Ini salah. Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita."

Berselang beberapa hari kemudian, Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan ibunda artis Atiqah Hasiholan sebagai tersangka kasus penyebaran informasi bohong atau hoaks. Polisi menahan Ratna (5/10) saat hendak terbang ke Chile untuk menghadiri konferensi internasional atas sponsor dari Pemprov DKI Jakarta.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian kita temukan alat bukti petunjuk yaitu keterangan saksi, tersangka, penyidik setelah melakukan penangkapan dan mulai malam ini penyidik melakukan penahanan (Ratna)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10).

4 dari 6 halaman

Erick Thohir

5 tokoh yang jadi sorotan sepanjang 2018Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Salah satu momen yang membanggakan selama 2018 yang terjadi di Indonesia adalah pelaksanaan Asian Games XVIII Jakarta-Palembang. Para atlet Indonesia terutama dari Pencak Silat berhasil membawa Merah Putih bertangger di urutan 5 dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Sukses penyelenggaraan dan prestasi ini melambungkan nama pengusaha Erick Thohir yang menjadi ketua panitia Asian Games Jakarta-Palembang (Inasgoc). Erick, membeberkan kunci kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang 18 Agustus-2 September 2018 adalah dukungan kuat dan euforia dari masyarakat Indonesia.

Persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 sebebarnya terbilang singkat. Sebab, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah setelah Vietnam mengundurkan diri. Keputusan itu baru diambil pada Maret 2016. Dalam waktu hanya dua tahun tiga bulan, Inasgoc harus menyiapkan berbagai fasilitas dan saran pendukung untuk menggelar acara ini. Mulai dari renovasi venue, mempersiapkan atlet, hingga mengatasi masalah nonteknis, salah satunya adalah kemacetan di Jakarta.

Di luar dugaan, minimnya waktu persiapan tak jadi rintangan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Justru, antusiasme dari masyarakat begitu besar. Baik ada atau tidak ada atlet Indonesia yang bertanding, hampir semua venue terisi penuh.

"Saya rasa ada key factor yang penting. Opening kita yang luar biasa, membuat masyarakat kita sangat percaya bahwa kita bangsa besar. Karena memang di opening itu kita selebrasi Indonesia untuk dunia, kita menunjukkan identitas kita untuk dunia," kata Erick saat "Konser Terima Kasih Indonesia untuk Para Juara" di Studio 5 Indosiar, Selasa (4/9/2018).

Usai perhelatan Asian Games, Erick ditunjuk oleh Jokowi menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Erick juga melepas jabatannya sebagai presiden klub sepak bola Internazionale Milan karena ingin fokus dengan tugasnya yang baru.

5 dari 6 halaman

Sutopo Purwo Nugroho

nugrohoKepala Pusat data dan informasi BNPB Sutopo Purwo. ©2017 Merdeka.com/Yunita Amalia

Setiap bencana alam terjadi seperti banjir, gempa, longsor, tsunami, hingga kecelakaan pesawat terbang, nama Sutopo Purwo Nugroho selalu menjadi sumber rujukan bagi seluruh media massa untuk mendapatkan informasi. Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu akan menghiasi pemberitaan. Sutopo akan mengupdate jumlah korban dan kerusakan yang terjadi.

Sejak bertugas di BNPB pada 2010, Sutopo yang bergelar doktor bidang hidrologi Institut Pertanian Bogor akan memberikan informasi terkait perkembangan kejadian bencana alam yang terjadi.

Namanya menjadi sorotan dan mengundang banyak simpati setelah Sutopo pada Januari 2018, Sutopo mengumumkan bahwa ia mengidap kanker paru-paru stadium 4B dan masih berada di bawah tahap perawatan. Keluarga dan dokternya telah memintanya untuk berhenti beraktivitas, namun ia menolak.

Dengan kondisi tubuh yang tidak seperti dulu laga, Sutopo masih rajin mengirimkan rilis pers ke banyak kontak yang mayoritas adalah wartawan. Sutopo dikenal informatif dan selalu berusaha menjawab pesan atau telepon wartawan yang bertanya soal bencana.

6 dari 6 halaman

Edy Rahmayadi

5 tokoh yang jadi sorotan sepanjang 2018Ketum PSSI Edy Rahmayadi. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

"Wartawan harus baik. Jadi kalau wartawannya baik, timnasnya baik," ujar Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

Ucapan enggak nyambung ini dilontarkan Edy saat dimintai komentar atas kegagalan tim nasional sepakbola di Piala AFF 2018. Skuad Garuda yang dilatih Bima Sakti itu bahkan sudah dipastikan tersingkir dari penyisihan grup saat pertandingan masih tersisa satu laga lagi. Ini merupakan pencapai terburuk.

Ucapan Edy yang juga gubernur Sumatera Utara itu kontan memantik reaksi berbagai pihak. Di dunia maya, komentar Edy menjadi bahan perundungan hingga dijadikan meme. Desakan mundur terhadap Edy pun disuarakan kalangan suporter.

Saat pertandingan terakhir yang tidak menentukan melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11), ucapan Edy itu dijadikan yel-yel oleh para suporter.

"Wartawan harus baik. Wartawan harus baik. Wartawan harus baik. Ooo... Ooo... Ooo," begitu nyanyian mereka. Termasuk yel-yel 'Edy Out' dan 'Revolusi PSSI'.

Menanggapi desakan mundur, Edy Rahmayadi menegaskan akan bertahan sebagai Ketum PSSI hingga masa jabatannya berakhir pada 2020. "Saya akan tetap bertahan karena jabatan belum habis dan menginginkan PSSI bisa mencapai cita-cita," katanya di Medan, Rabu (6/12).

Dia menegaskan siap menerima hinaan dan tetap bertahan hingga akhir jabatan karena masih memiliki tanggung jawab. "Tapi yang buat saya sedih karena anak saya sedih. Dia tak ingin ayahnya dicerca. Kata anak saya, ayah sudahlah (berhenti jadi Ketua PSSI), " katanya.

"Sampai titik darah penghabisan saya akan laksanakan tugas amanat rakyat agar PSSI berkibar di nusantara," ujar Edy.

Mantan Pangkostrad itu menyatakan, dirinya sudah menyiapkan program PSSI hingga tahun 2045.

(mdk/bal)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini