Bocah Korban Speedboat di Banyuasin Ditemukan 7,6 KM dari Lokasi Tabrakan

Bocah Korban Speedboat di Banyuasin Ditemukan 7,6 KM dari Lokasi Tabrakan
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 21:33 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tim gabungan kembali menemukan satu korban penumpang speedboat yang menabrak kapal tongkang batubara di perairan Dawas Banyuasin, Sumatera Selatan. Petugas masih mencari tiga korban lagi termasuk pengemudi speedboat.

Korban yang baru ditemukan adalah Rizki (7), warga Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Mayatnya ditemukan mengapung sejauh 7,6 kilometer dari tempat kejadian tabrakan.

Kepala Kantor Basarnas Palembang Hery Marantika mengungkapkan, penemuan korban terbilang jauh karena terbawa arus deras. Sementara satu korban yang lebih dulu ditemukan, Nia (30), dini hari tadi masih berada di sekitar tongkang.

"Satu korban lagi ditemukan siang ini, yakni anak laki-laki bernama Rizki. Kondisinya sudah meninggal dunia," ungkap Hery, Kamis (6/8).

Dengan demikian, tim gabungan masih mencari dua penumpang dan seorang pengemudi speedboat yang hilang misterius. Petugas terus menggali keberadaan pengemudi karena dikabarkan lebih dulu melarikan diri.

"Untuk dua korban yang sudah ditemukan sudah diserahkan ke pihak keluarga," ujarnya.

Dalam pencarian, tim gabungan mengalami kendala arus deras, air sungai keruh yang membuat jarak pandang penyelaman berkurang, dan banyak buaya. Otomatis pencarian hanya dilakukan dengan cara penyisiran sungai.

"Penyelaman tidak memungkinkan karena membahayakan tim, itu tidak bisa dilakukan," kata dia.

Diketahui, speedboat berkapasitas 40 PK menabrak kapal tongkang batubara yang menyebabkan lima orang hilang di perairan Karang Agung, Banyuasin, Rabu (5/8) pagi. Speedboat itu berangkat dari Desa Tobo, Karang Agung, Banyuasin, menuju Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Enam penumpang selamat usai kejadian. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami